Dark/Light Mode

Sesalkan Bentrokan Anggota DPRD Riau

Golkar Minta Pengurus Daerah Lakukan Mediasi

Sabtu, 18 Juli 2026 06:45 WIB
Rapat anggaran DPRD Riau berujung kericuhan. (Foto: Istimewa)
Rapat anggaran DPRD Riau berujung kericuhan. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembahasan laporan penggunaan anggaran tahun 2025 di ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Kamis (16/7/2026), berujung ricuh.

Forum yang semestinya menjadi ruang pengawasan anggaran, berubah menjadi arena adu argumen hingga aksi saling pukul. 

Ketegangan di Gedung DPRD Riau bermula dari perseteruan dua pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), yakni Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, dan Ketua Komisi V DPRD Riau, Indra Gunawan Eet. Dalam rapat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau itu, Indra mempertanyakan pergeseran anggaran tahun 2025, yang diputuskan tanpa melibatkan seluruh anggota Banggar. 

Dia menegaskan, mekanisme penganggaran harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Terlebih, persoalan tersebut berkaitan dengan isu yang tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum. 

Pernyataan itu diduga membuat Parisman tersinggung. Dia melakukan interupsi untuk memberikan klarifikasi. Adu argumen pun terjadi dan suasana rapat memanas. 

Baca juga : Indonesia Jadi Pelopor Tata Kelola AI Di Dunia

Situasi semakin tegang setelah aksi saling tunjuk, pukul meja, hingga tantangan untuk berkelahi. Para peserta rapat berupaya melerai kedua politisi Partai Golkar itu. Tak lama berselang, rapat Banggar diputuskan diskors, karena situasi dinilai tidak kondusif. 

Indra meninggalkan Gedung DPRD Riau bersama Kepala Dinas PUPR Riau, untuk makan siang. Namun, di tengah jeda rapat itu, dia mendapat informasi, Parisman bersama sejumlah orang mendatangi ruang Komisi V DPRD Riau, untuk mencarinya. 

Mendapat informasi tersebut, Indra kembali ke Gedung DPRD Riau. Dia juga menerima telepon dari Parisman, yang menanyakan keberadaannya, sebelum tiba di Gedung Dewan. 

Ketegangan kembali terjadi saat keduanya bertemu di Ruang Medium DPRD Riau. Perdebatan yang kembali memanas itu, diwarnai saling tantang untuk berkelahi. Situasi lepas kendali ketika pendukung kedua kubu ikut tersulut emosi. 

Bentrokan pun pecah. Sejumlah orang terlibat aksi saling dorong, saling pukul, hingga kejar-kejaran di area Gedung DPRD. Barang-barang di sekitar lokasi ikut berserakan dan beterbangan. Bentrokan berlangsung sekitar 10 menit. 

Baca juga : Wow, Laba Bersih BTN Melonjak 40,8 Persen

Kericuhan itu menyebabkan seorang petugas keamanan Sekretariat DPRD Riau, Harianto alias Anto Gledor, mengalami luka robek di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ketegangan mereda setelah sejumlah anggota DPRD dan pegawai memisahkan kelompok yang terlibat bentrokan. 

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Roy Noor mengatakan, polisi langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi kericuhan. Petugas mengamankan lokasi, mengumpulkan rekaman video dan CCTV, serta meminta keterangan sejumlah saksi. 

“Kami datang bersama personel Polresta Pekanbaru. Saat tiba di lokasi, situasi sudah kondusif. Saat ini kami mengumpulkan barang bukti berupa rekaman video maupun CCTV yang ada di lokasi kejadian,” ujarnya, dikutip Jumat (17/7/2026). 

Lebih lanjut, Roy menyatakan, pihaknya masih mendalami motif dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan bentrokan tersebut. “Meski belum ada laporan polisi yang masuk, Polda Riau tetap melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti,” jelasnya. 

Polemik tersebut juga memantik reaksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyesalkan terjadinya insiden yang melibatkan dua kader Golkar. 

Baca juga : Presiden China Tolak AI Didominasi Satu Negara

Menurut Doli, kedua legislator itu harusnya mampu memberikan contoh positif kepada masyarakat. Dia menegaskan, perbedaan pendapat dalam pembahasan anggaran harusnya diselesaikan melalui dialog dan mekanisme kelembagaan, bukan dengan emosi dan kekerasan fisik. 

“Kami telah memperoleh informasi tentang kronologi keributan itu. Harusnya sesama anggota Fraksi Partai Golkar saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar. Bukan saling tuding dan merasa hebat-hebatan, apalagi di depan anggota DPRD lain dan publik,” sesal dia. 

Lebih lanjut, Doli meminta, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Riau memanggil Parisman dan Indra, untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara internal. “Langkah inu harus segera dilakukan, agar konflik tidak semakin melebar dan menyeret kelompok pendukung masing-masing,” pungkasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.