Dark/Light Mode

Lomba PERIKHSA di Jogja, Aldwin Rahadian Sabet Juara I Kategori Pistol Revolver

Minggu, 19 Juli 2026 21:42 WIB
Presiden PERIKHSA Riders Aldwin Rahadian (kedua kanan). (Foto: Dok. PERIKHSA)
Presiden PERIKHSA Riders Aldwin Rahadian (kedua kanan). (Foto: Dok. PERIKHSA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA) Riders Aldwin Rahadian berhasil raih Juara pertama Kategori Pistol Revolver IKHSA pada ajang Lomba Asah Keterampilan Senjata Api Beladiri PERIKHSA ke-5 Tahun 2026.

Kompetisi yang digelar di Adisutjipto Shooting Range, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026), ini menjadi bagian dari pembinaan kemampuan dan disiplin bagi pemegang izin khusus senjata api bela diri.

Kejuaraan tersebut dibuka Ketua Umum PERIKHSA Bambang Soesatyo (Bamsoet) sekaligus mengukuhkan Pengurus PERIKHSA Provinsi Jawa Tengah, Banten dan Jambi. Dalam sambutannya, Bamsoet menegaskan kepemilikan izin khusus senjata api bela diri harus diiringi peningkatan kompetensi, kedisiplinan, integritas serta kepatuhan terhadap hukum.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap aspek keamanan pribadi harus diimbangi dengan kemampuan menggunakan senjata api secara benar melalui latihan yang terukur, berkelanjutan dan berlandaskan etika.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 25 Januari Hadir Di Kantor Kecamatan Barat

Ia menerangkan, ajang Lomba Asah Keterampilan PERIKHSA tidak hanya menguji ketepatan mengenai sasaran. Di balik setiap tembakan terdapat pelajaran tentang disiplin, konsentrasi, kesabaran, tanggung jawab dan pengendalian diri.

"Seorang pemegang izin senjata api bela diri harus memahami bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, sedangkan etika menjadi fondasi dalam setiap penggunaan senjata api," ujar Bamsoet.

Selain Aldwin, Peter dari DKI Jakarta meraih Juara I Kategori Pistol Peluru Karet, sedangkan Ronald dari Jawa Barat menjadi Juara I Kategori Pistol Peluru Tajam.

Bamsoet menjelaskan, penyelenggaraan Lomba Asah Keterampilan Senjata Api ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi para pemegang izin khusus kepemilikan senjata api bela diri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca juga : Terima KSAL India, Menhan Sjafrie Bahas Peningkatan Teknologi Pertahanan

Ia menilai, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa latihan rutin, simulasi kondisi darurat, dan evaluasi standar keselamatan mampu membangun budaya keselamatan sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan senjata api.

"Olahraga menembak mengajarkan bahwa tangan yang tenang lahir dari pikiran yang jernih, sedangkan keputusan yang tepat lahir dari kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai tersebut harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari sehingga setiap anggota PERIKHSA mampu menjadi teladan dalam memegang, membawa, maupun menggunakan senjata api secara bertanggung jawab," katanya.

Acara pembukaan dihadiri Ketua PERIKHSA Daerah Istimewa Yogyakarta KPH Purbodiningrat, Kabinda DIY Brigjen TNI Firyawan, Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, Komandan Lanal DIY Kolonel Laut (P) Hendra Siregar, Kepala BNN Provinsi DIY Brigjen Pol Faried Zulkarnain dan Satbrimob DIY Kombes Pol Gunawan Tri Laksono serta Koordinator Bidang Tindak Pidana Umum Kejati DIY Fatah Chotib Uddin.

Menutup sambutannya, Bamsoet menegaskan, PERIKHSA akan terus mengedepankan profesionalisme, keselamatan, kepatuhan terhadap hukum, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca juga : Uji Coba, Singo Edan Jamu Persema Dan Persis Solo

"Senjata api bukan simbol kekuatan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan integritas, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang tinggi demi keselamatan diri sendiri maupun masyarakat," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.