Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KCIC Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan Biodiesel B40 pada Kereta Perawatan
- Legenda Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
- Mariano Peralta Siap Adaptasi dengan Skuad Maung Bandung
- BAZNAS-Kemnaker Siapkan Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
- Duh, Komponen Hidran Damkar di Jakarta Banyak Digarong Rayap Besi
Mentan Yakin El Nino Godzilla Tak Picu Krisis Pangan, Ini Alasannya
Rabu, 29 Juli 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan potensi kemarau panjang akibat fenomena "El Nino Godzilla" tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Meski mengakui ada sejumlah wilayah yang mulai mengalami kekeringan, Amran menegaskan dampaknya terhadap sektor pertanian masih terkendali.
Menurut Amran, prediksi El Nino tahun ini justru diiringi curah hujan yang masih tinggi di berbagai wilayah. Ia menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih memperkirakan hujan lebat terjadi di sejumlah provinsi.
Baca juga : Kementerian PU Salurkan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Di Lebak
"Secara nasional insya Allah aman. Memang ada beberapa daerah yang kering, tetapi tidak akan memengaruhi stok pangan nasional," kata Mentan Amran di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Amran menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pengalaman menghadapi El Nino pada 2023-2024 menjadi dasar penguatan antisipasi untuk menghadapi musim kemarau tahun ini.
Baca juga : Hadapi El Nino, IESR Minta RI Benahi Jaringan Listrik
Langkah yang dilakukan antara lain penyebaran 100 ribu pompa air di berbagai daerah, perbaikan jaringan irigasi hingga sekitar 900 ribu hektare, penggunaan benih tahan kekeringan, optimalisasi lahan rawa sekitar 800 ribu hektare, pencetakan sawah baru lebih dari 200 ribu hektare, serta pembangunan embung, sumur dangkal, dan sumur dalam untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Selain itu, Amran menyebut cadangan beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Sementara tanaman padi yang sedang berada di lahan (standing crop) diperkirakan menghasilkan sekitar 10-11 juta ton. Sehingga, pasokan dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan pangan hingga memasuki panen raya pada Maret tahun depan.
Baca juga : Kejagung Tolak JC Sony Sonjaya, Ini Alasannya
Ia juga menepis kekhawatiran El Nino memicu gagal panen secara luas maupun lonjakan harga bahan pokok. Menurutnya, jika pun terjadi gagal panen, skalanya hanya bersifat lokal.
"Mungkin ada kecil-kecil, tetapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional. Harga juga insya Allah aman," jelas Amran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya