Dark/Light Mode

MSIG Indonesia Ajak Siswa Jadi Agen Perubahan Lewat Edukasi Pilah Sampah

Rabu, 12 Agustus 2026 16:19 WIB
Presiden Direktur MSIG Indonesia Tomosuke Tsuruoka pada Rabu (12/8/2026). (Foto : Ist)
Presiden Direktur MSIG Indonesia Tomosuke Tsuruoka pada Rabu (12/8/2026). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 109 siswa kelas 5 SDN Jampang 01 dan SDN Karang Tengah 07, Bogor, mengikuti Biodiversity Fun Class (BDFC) 2026 yang digelar PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) dan Save the Children Indonesia.

Mengusung tema “Kepedulian untuk Masa Depan” dengan konsep “Pilah Sampah, Bumi Bahagia!”, program ini mengajak siswa mengenal pemilahan sampah sebagai langkah sederhana menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati. Dalam materi BDFC 2026, disebutkan studi UCLA Emmett Institute on Climate Change and the Environment memperkirakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang melepaskan sekitar 6,3 ton metana per jam atau 55.000 ton per tahun.

Metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik merupakan salah satu gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim. Kondisi tersebut juga dapat memberikan tekanan terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Baca juga : Visa dan MRT Jakarta Resmikan Stasiun Blok A Visa, Perluas Pembayaran Nirsentuh

Para siswa diperkenalkan tiga kategori dasar sampah, yakni organik, anorganik, dan residu. Mereka juga mempelajari cara mengelola setiap jenis sampah serta dampaknya terhadap tanah, air, hewan, dan manusia.

“Saya percaya inisiatif ini penting karena membantu membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Dengan memperkenalkan kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, kami berharap para siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan yang menginspirasi keluarga serta komunitas,” ujar Presiden Direktur MSIG Indonesia Tomosuke Tsuruoka pada Rabu (12/8/2026).

Pembelajaran dikemas melalui video edukasi, storytelling bersama Save the Children Indonesia, kuis, permainan kelompok, hingga praktik langsung memilah sampah. Karyawan MSIG Indonesia juga terlibat sebagai relawan pendamping setelah mengikuti workshop terkait pemilahan sampah dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Rabu 12 Agustus, Hadir di 5 Lokasi

BDFC pertama kali digelar pada 2019. Hingga 2026, program tersebut telah melibatkan 86 karyawan MSIG Indonesia sebagai relawan dan menjangkau sembilan sekolah dasar negeri di Jakarta, Tangerang, serta Bogor.

Sebagai dukungan berkelanjutan, MSIG Indonesia menyerahkan satu unit alat pemadat botol plastik dan tiga unit tempat sampah terpilah kepada masing-masing sekolah. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah.

Melalui BDFC 2026, MSIG Indonesia menegaskan komitmennya menghadirkan edukasi lingkungan yang relevan dan mudah diterapkan sejak dini, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati kepada generasi muda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.