Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Jadi Pelatih Belanda, Xavi Bidik Gelar Piala Dunia 2030
- Erick Thohir Puji Komitmen Prabowo Bangun Prestasi Olahraga
- Marc Klok Rindu Persib, Siap Gabung di Bali
- KUR Mandiri Tembus Rp 25,63 Triliun, 56 Ribu UMKM Naik Kelas
- MBG Berkah Penjual Bumbu & Sayur, Barang Cepat Berputar, Omzet Ikut Terdongkrak
Melihat Cara Kerja SPPG Di Sulawesi Tengah
Ini Bukti MBG Sarat Gizi Dan Aman Dari Zat Bahaya
Kamis, 13 Agustus 2026 07:00 WIB
Sebelumnya
Dalam pengujian nitrit, petugas mengamati perubahan warna larutan. Semakin tinggi kandungan nitrit, warna sampel akan berubah menjadi merah muda atau pink.
“Kalau tidak berubah menjadi merah muda, berarti tidak terindikasi mengandung nitrit,” jelasnya.
Sementara itu, untuk arsenik, petugas mengamati endapan setelah reagen ditambahkan. Pada pemeriksaan sianida dan formalin, perubahan warna serta endapan menjadi indikator hasil pengujian.
Baca juga : Ara Percepat Penyediaan Perumahan Untuk Rakyat
Endris mengatakan, dampak paparan zat berbahaya bergantung pada jumlah dan frekuensi konsumsi. Paparan dalam jumlah besar dalam satu waktu dapat menimbulkan efek cepat, sedangkan paparan kecil tetapi berulang dapat menimbulkan risiko jangka panjang.
“Kalau jumlahnya besar dalam satu waktu, efeknya bisa langsung muncul. Kalau kecil tetapi dikonsumsi berulang-ulang, risikonya bisa muncul dalam jangka panjang,” tuturnya.
Paparan zat berbahaya dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari mual, muntah, pusing, hingga keracunan. Endris juga menyebut beberapa zat tertentu kerap dikaitkan dengan bahan pangan tertentu. Formalin, misalnya, dapat ditemukan pada makanan yang diawetkan seperti tahu dan mi. Sementara sianida dapat ditemukan pada sejumlah makanan olahan tertentu. Seperti daging beku atau olahan.
Baca juga : Hindari Pecah Kongsi, Golkar Dukung Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah
Setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai, sampel menu MBG pagi itu dinyatakan aman. Tim tidak menemukan indikasi kandungan zat berbahaya pada makanan yang diuji. Makanan pun dinyatakan layak didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Kepala SPPG Polda Sulteng Aldi mengatakan, pihaknya pernah menemukan persoalan pada salah satu menu yang akan disajikan.
“Setelah kami cek dari daging beku, kami putuskan untuk menggantinya dengan protein lain. Kami ganti dengan telur,” ujarnya.
Baca juga : Konsolidasi Se-Provinsi Sumsel, Hanura Bidik 2 Kursi DPR
Menurut Aldi, keamanan pangan merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar dalam penyediaan MBG. Setiap bahan yang digunakan harus dipastikan layak sebelum disajikan kepada penerima manfaat. BCG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 13 Agustus 2026 dengan judul "Melihat Cara Kerja SPPG Di Sulawesi Tengah Ini Bukti MBG Sarat Gizi Dan Aman Dari Zat Bahaya"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya