Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Profil Jay Herdman, Putra Pelatih Timnas yang Jadi Andalan Baru Bali United
- Barcelona Tutup Pramusim dengan Gelar Joan Gamper Trophy 2026
- Fitrah Maulana Bangga Bawa Persib Juara Dewata Challenge Series
- STY Puji Perkembangan Persija Usai Laga Uji Coba Di Thailand
- Gabung Klub Arab Saudi, Kakak Pemain Persib Dibanderol Rp1,4 T
BAZNAS Kaji Reorientasi Pengelolaan Muzaki, Dorong Fundraising Berbasis Nilai
Kamis, 20 Agustus 2026 09:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengkaji perubahan pendekatan dalam pengelolaan muzaki atau pemberi zakat. BAZNAS menekankan pentingnya value-driven fundraising atau strategi penghimpunan dana berbasis nilai. Bukan cuma berorientasi pada transaksi.
Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan mengatakan, pengelolaan muzaki yang baik akan membantu meningkatkan penghimpunan ZIS.
Menurutnya, pendekatan berbasis nilai harus mampu memberikan manfaat bagi muzaki, amil, mustahik, serta masyarakat dan pemangku kepentingan zakat lainnya.
"Kalau kita bisa mengelola muzaki dengan baik, maka insyaallah penghimpunan kita juga akan naik karena basisnya adalah value driven, bagaimana fundraising berbasis nilai yang menciptakan dampak dan kemanfaatan satu sama lain," kata Rizaludin dalam forum edukasi BAZNAS Knowledge Sharing yang digelar secara daring, Selasa (18/8/2026).
Baca juga : BAZNAS Dirikan Dapur Umum untuk Penuhi Kebutuhan Pengungsi Gempa NTT
Menurut Rizaludin, pendekatan tersebut diperkuat melalui empat pilar utama. Yakni Dakwah Zakat, Impact Zakat, Management Muzaki, dan Engagement Muzaki.
Dengan empat pilar itu, BAZNAS tidak hanya mengejar target penghimpunan dana, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan muzaki, serta menciptakan dampak dari dana zakat yang dikelola.
Rizaludin mengungkapkan, penerapan pengelolaan hubungan muzaki secara terstruktur dan konsisten telah meningkatkan tingkat retensi muzaki BAZNAS dari sebelumnya 17 persen menjadi 80 persen.
Selain itu, transformasi layanan juga turut membawa BAZNAS mempertahankan predikat Top Brand Award kategori Lembaga Zakat & Amal selama lima tahun berturut-turut pada 2022-2026.
Baca juga : Perluas Layanan Kesehatan Gratis, BAZNAS Resmikan Rumah Sehat Di Jepara
BAZNAS juga meraih sejumlah penghargaan di bidang Customer Service Quality dan Customer Service Champions. Capaian tersebut, kata Rizaludin, menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas layanan dan pengalaman muzaki.
"Kita perbaiki pelayanan ini dan BAZNAS menjadi top di nasional bicara tentang customer service, bicara tentang customer experience, dan juga bicara tentang transformasi pelanggan," ujar Rizaludin.
Sementara, Kepala Divisi Layanan Muzaki Korporasi BAZNAS, Hafiza Elvira N. menekankan pengelolaan muzaki perlu mendapat perhatian yang sama besar dengan strategi penghimpunan dana.
Ia mengatakan, pengelolaan muzaki yang terencana dapat mendorong donatur untuk kembali menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang sama.
Baca juga : BAZNAS Mobilisasi Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
"Karena salah satu riset juga menyebutkan pengelolaan muzaki yang efektif itu bisa meningkatkan retensi muzaki atau orang-orang yang berdonasi kembali, sebesar 41 hingga 68 persen," sambung Hafiza.
BAZNAS berharap pendekatan tersebut dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus membangun hubungan yang berkelanjutan antara lembaga zakat dan para muzaki.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya