Dark/Light Mode

Update Karhutla: 734 Hektar Masih Terbakar, 8 Korporasi Digarap Polisi

Selasa, 8 September 2026 08:00 WIB
Personel Manggala Agni Daops Sumatera XII-Muara Tebo berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr)
Personel Manggala Agni Daops Sumatera XII-Muara Tebo berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyiapkan tiga instrumen hukum untuk menyikapi dugaan tindak pidana dalam kasus karhutla. "Yakni instrumen pidana umum, pidana khusus, dan gugatan keperdataan," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Burhanuddin telah memerintahkan jajarannya berkoordinasi dengan penyidik kepolisian dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) untuk mengusut kasus melalui instrumen pidana umum. Sejauh ini, kata dia, belum ada kasus yang ditangani menggunakan instrumen pidana khusus.

"Tapi saya sudah perintahkan, apabila ada unsur-unsur pidana khususnya, segera ditindaklanjuti," tegasnya.

Untuk jalur keperdataan, Korps Adhyaksa masih menunggu perhitungan nilai kerugian serta penerbitan Surat Kuasa Khusus (SKK) dari kementerian terkait sebelum melayangkan gugatan.

Baca juga : 7 Bandara Masih Ditutup, Batuk-batuk Anak Krakatau Mulai Mereda

Mendengar paparan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum segera melaporkan nama-nama korporasi yang terlibat dalam kasus dugaan karhutla. "Saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya. Yang 8 maupun yang 18. Saya ingin tahu benar-benar korporasi ini milik siapa," pinta Prabowo.

Kepala Negara bahkan membuka kemungkinan mencabut izin usaha hingga Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan apabila terbukti terlibat dalam karhutla. "Menteri Kehutanan, LHK, dan juga Satgas Pertanahan untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut semuanya, semua izin-izinnya, HGU-nya dan sebagainya. Ini sudah kelewatan," tegasnya.

Prabowo juga meminta aparat mendalami perubahan fungsi lahan setelah terjadi kebakaran. Ia menyoroti adanya lahan yang setelah terbakar kemudian berubah menjadi kawasan perkebunan dalam waktu singkat.

"Jadi ini benar-benar kesengajaan, dan apakah ini rakyat atau ini korporasi. Tolong diselidiki terus," pinta Prabowo.

Baca juga : Purbaya Bilang Ada Gangguan, Tapi Sedikit

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla di lapangan. Prabowo menilai operasi pemadaman telah dilakukan secara masif, meski masih terdapat sejumlah keterlambatan.

Ia meminta pengerahan helikopter dan pompa air ditambah untuk mempercepat pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Prabowo bahkan bakal menyiapkan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang didatangkan dari Italia untuk mendukung operasi penanganan karhutla. Kapal tersebut, kata Prabowo, akan direkondisi agar dapat menjadi pangkalan bagi sejumlah helikopter, termasuk helikopter yang mampu membawa empat hingga lima ton air dalam sekali terbang.

"Bisa menampung 10 helikopter kelas menengah. Ini akan sangat membantu respons kita," sebut Prabowo.

IKN Jangan Sampai Terbakar

Baca juga : Soal Penyitaan Aset, Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Waka BGN

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Prabowo meminta api tidak sampai menghanguskan zona inti pusat pemerintahan di Kalimantan Timur.

"Jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti," pintanya tegas. [BYU/FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.