Dark/Light Mode

Api Dekat IKN Sudah Padam

Karhutla Kalimantan & Sumatera Disorot 13 Negara

Kamis, 10 September 2026 07:40 WIB
Helikopter Caracal TNI AU melakukan water bombing untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan delineasi IKN, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Dok. Humas OIKN)
Helikopter Caracal TNI AU melakukan water bombing untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan delineasi IKN, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Dok. Humas OIKN)

 Sebelumnya 
Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan. Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia juga telah memicu persoalan kabut asap lintas batas negara.

Asap dari kebakaran dilaporkan menyebar hingga sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia dan Filipina.

Terbaru, Friends of the Earth Asia Pacific (FoE APAC), aliansi organisasi lingkungan yang mewakili 13 negara di kawasan Asia Pasifik, mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan kabut asap lintas batas. FoE APAC juga meminta perusahaan yang memiliki kepentingan atas hutan dan lahan di Indonesia ikut bertanggung jawab terhadap pencemaran asap.

Baca juga : 5 Wartawan Hilang Di Sekitar Anak Krakatau, Pencarian Diperluas Ke Selat Sunda

"Kami mendesak Pemerintah Indonesia mengambil tanggung jawab segera," tulis FoE APAC dalam pernyataannya, seperti dilansir Harian Metro Malaysia, Rabu (9/9/2026).

Menurut FoE APAC, pertanggungjawaban tidak hanya ditujukan kepada pemerintah. Perusahaan yang memiliki aktivitas dan kepentingan bisnis di sektor perkebunan maupun kehutanan juga perlu dimintai pertanggungjawaban.

Mereka menyebut pencemaran asap dari sejumlah wilayah yang terbakar di Kalimantan telah berdampak hingga Malaysia dan Filipina. FoE APAC menilai, persoalan kabut asap tidak seharusnya hanya dipandang sebagai masalah musiman yang muncul setiap terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga : Geledah Rumah Direktur PT CMC, KPK Sita Barbuk Elektronik

Menurut mereka, kabut asap lintas batas merupakan bagian dari persoalan lingkungan yang lebih luas, terutama berkaitan dengan tata kelola hutan dan lahan. FoE APAC menyebut jutaan penduduk di sejumlah negara ASEAN terdampak kabut asap lintas batas.

FoE APAC juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat internasional untuk memperkuat pengakuan terhadap konsep ecocide, yakni kerusakan lingkungan yang sangat serius dan menimbulkan dampak luas.

Diketahui, karhutla Indonesia memicu kekhawatiran negara-negara tetangga. Sebaran asap berdampak terhadap kualitas udara di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Filipina.

Baca juga : Badiul Hadi: Turunnya Angka, Jangan Jadi Patokan Keberhasilan

Negara-negara tersebut mulai meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Singapura, misalnya, mulai bersiap menghadapi kemungkinan memburuknya kualitas udara apabila kebakaran hutan di Indonesia semakin meluas.

Sebelumnya, kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Barat telah lebih dahulu menyeberang ke wilayah Malaysia, khususnya Sarawak. Sedikitnya enam sekolah di Sarawak terdampak kabut asap. Pemerintah setempat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya ke sistem daring untuk melindungi siswa dari paparan polusi. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor