Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Karhutla Berdampak ke Satwa, Menhut Perkuat Gerak Cepat Rescue
Rabu, 9 September 2026 16:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengancam keselamatan manusia, tetapi juga satwa liar yang terdampak di habitatnya.
Untuk mencegah dampak tersebut meluas, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat gerak cepat penyelamatan atau rescue satwa liar, khususnya orangutan, bersamaan dengan upaya pemadaman karhutla.
Raja Juli mengatakan, satwa liar tidak dapat menyampaikan kondisi yang mereka alami ketika karhutla terjadi.
Karena itu, Kementerian Kehutanan bersama instansi terkait dan mitra konservasi memperkuat langkah konkret untuk menyelamatkan satwa yang terdampak.
Baca juga : Menhut Ungkap Arahan Prabowo: Padamkan Karhutla, Selamatkan Satwa
“Jadi sebenarnya sudah banyak kerja yang dilakukan antara Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Barat, Pak Kepala Dinas juga, dengan mitra-mitra ya, termasuk YIARI. Kerja sama selama ini berjalan dengan baik, namun dalam konteks karhutla ini, kita kerja samanya lebih diperkuat lagi,” ujar Raja Juli usai mengunjungi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Rabu (9/9/2026).
Penguatan penanganan dilakukan melalui intensifikasi patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Menhut mengatakan kendaraan patroli akan digunakan lebih banyak dan lebih sering untuk
mempercepat penanganan di lapangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan orangutan yang keluar dari hutan atau masuk ke wilayah permukiman melalui nomor call center yang telah disosialisasikan.
“Kecepatan melaporkan dan kecepatan untuk me-rescue ini sangat penting, karena semakin lama orangutannya mengalami misalkan penyakit pernapasan ya, dari dampak karhutla, dan terlambat untuk di-treatment secara baik, nah itu akan mengakibatkan fatal,” katanya.
Baca juga : Pakar ITB: Restorasi Gambut Jadi Kunci Cegah Karhutla
Selain memperkuat patroli dan pelaporan, dukungan terhadap mitra konservasi juga ditingkatkan melalui pemenuhan kebutuhan penanganan di lapangan.
Dukungan tersebut antara lain berupa pompa air, pipa dan selang untuk mencegah lokasi terbakar, serta peralatan medis seperti tabung oksigen dan nebulizer.
Jika dalam kondisi krisis dibutuhkan tambahan dokter hewan, Kementerian Kehutanan juga membuka opsi menugaskan dokter hewan dari balai lain yang tidak terdampak karhutla.
“Jadi apinya kita usahakan padam, padamkan ya, tapi di saat bersamaan, langkah emergensi untuk rescue ini menjadi sangat penting sekali,” tegas Menhut.
Baca juga : Cek Karhutla Ketapang, Menhut: Hotspot Turun, Jangan Lengah
Raja Juli menambahkan, satwa yang berhasil diselamatkan akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat yang dinilai aman dari karhutla.
Ia menekankan proses pelepasliaran perlu dilakukan sesegera mungkin agar orangutan tidak terlalu lama berada di dalam kandang dan tetap mempertahankan perilaku liarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya