Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
- Gempa Darat M2,7 Guncang Bandung, Kedalaman 4 Km
- Jadi Player of the Match, Teja Dedikasikan Kemenangan Persib Buat Bobotoh
- Dilarang Ikut Tes Pirelli, Quartararo Sempat Ogah Bantu Yamaha
- Barcelona-Atletico Menang Telak, Puncak Klasemen Makin Ketat
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, mendorong agar pemikiran ulama tidak berhenti di ruang dakwah, tetapi turut menjadi bagian dalam proses perumusan kebijakan negara.
Menurut Anis, kedalaman ilmu dan pengalaman para ulama dapat menjadi sumber gagasan dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
Hal itu disampaikan Anis saat bersilaturahmi ke pesantren Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (17/9/2026).
Anis mengatakan, hubungan ulama dan umara bukan sekadar persoalan komunikasi, melainkan bagaimana ilmu dan pengetahuan yang dimiliki ulama dapat ikut memberi arah dalam kehidupan bernegara.
“Kita ingin menciptakan suatu keadaan, suatu situasi politik, yang memungkinkan ulama dan umara bersama-sama ikut menentukan arah kehidupan bernegara," ungkap Anis Matta.
Ia menilai, ruang komunikasi antara ulama dan lembaga negara perlu terus diperluas. Dengan demikian, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat menjadi bahan pemikiran dalam penyusunan kebijakan.
Baca juga : Kunjungi Riau, Anis Matta Dorong Daerah Baca Peluang Geopolitik
Anis mencontohkan pertemuan dengan Komisi III DPR RI yang menurutnya dapat menjadi awal untuk memperkuat komunikasi antara ulama dan lembaga negara. Pola tersebut, kata dia, dapat secara bertahap diperluas ke komisi-komisi lainnya.
“Negara perlu merasakan kehadiran para ulama dan mendapatkan kontribusi pemikiran mereka dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa," lanjut Anis.
Dalam kesempatan tersebut, UAS turut menceritakan pengalamannya ketika bersilaturahmi ke kantor Anis beberapa waktu lalu. Pertemuan yang awalnya diperkirakan berlangsung singkat justru berkembang menjadi percakapan panjang hingga sore hari.
“Namun, ternyata pertemuan berlangsung cukup panjang. Kami berbincang hingga makan siang, berlanjut sampai sore, bahkan berkesempatan bertemu dengan keluarga beliau, Duta Besar Arab Saudi dan Duta Besar Yaman," papar UAS.
UAS mengaku bersyukur ketika mengetahui Anis berencana berkunjung ke pesantrennya. Bahkan, jika kunjungan tersebut tidak memungkinkan, ia telah berniat mendatangi Anis di hotel.
“Alhamdulillah, ketika mendengar kemungkinan beliau datang, saya sangat bersyukur. Seandainya beliau tidak memiliki waktu untuk berkunjung, saya tetap berniat datang menemui beliau di hotel," tandas UAS.
Baca juga : Anis Matta: Kemerdekaan Adalah Tentang Menjadi Pelaku Sejarah
Anis juga mengaitkan penguatan peran ulama dengan upaya memperluas hubungan Indonesia dengan negara-negara dunia Islam. Ia ingin Indonesia diperkenalkan sebagai negara yang mampu mempertemukan agama, demokrasi dan kemakmuran.
“Kita ingin memperkenalkan Indonesia sebagai sebuah model tempat bertemunya tiga unsur sekaligus: agama, demokrasi dan kemakmuran," lanjut UAS.
Menurut Anis, tiga unsur tersebut belum selalu hadir secara bersamaan dalam pengalaman sejumlah negara di dunia Islam. Karena itu, pertukaran gagasan dan penguatan hubungan dengan berbagai negara menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pengalaman Indonesia.
Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah Imam Conference. Forum tersebut dirancang untuk mempertemukan para imam dan mufti dari berbagai negara, termasuk tokoh-tokoh dari kawasan Balkan, Asia Tengah dan negara-negara dunia Islam lainnya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Riau, Iskandar, menilai pengetahuan dan pengalaman ulama perlu dihubungkan dengan kebutuhan konkret masyarakat.
Ia mencontohkan persoalan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang kerap menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat dirumuskan menjadi bahan masukan bagi pengambil kebijakan.
Baca juga : Harga Kopi Dunia Naik, Kemlu Siapkan Tiga Strategi Dongkrak Ekspor
“Persoalan yang didengar ulama dari masyarakat perlu mendapatkan jalan menuju pengambil kebijakan. Ketika ada keluarga kesulitan menyekolahkan anak atau anak muda kesulitan memperoleh pekerjaan, pengalaman itu bisa menjadi bahan untuk menyusun usulan yang konkret,” kata Iskandar.
Iskandar menambahkan, proses tersebut dapat dimulai dari persoalan yang paling dekat dengan masyarakat. Selanjutnya, persoalan dirumuskan menjadi usulan yang jelas dan disampaikan kepada lembaga yang memiliki kewenangan.
“Kita bisa mulai dari persoalan yang paling dekat dengan masyarakat, lalu merumuskan usulan yang jelas dan membawanya kepada pihak yang berwenang. Ukuran keberhasilannya adalah ada persoalan yang ditangani dan ada manfaat yang dirasakan masyarakat,” tutup Iskandar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya