Dark/Light Mode

Mewawancarai Presiden Prabowo Di Hambalang (3)

Hidup Selalu Ada Risiko, Yang Penting Bekerja Untuk Rakyat

Sabtu, 19 September 2026 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat diskusi dengan jurnalis senior dan influencer dalam program Prabowo Menjawab, di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat diskusi dengan jurnalis senior dan influencer dalam program Prabowo Menjawab, di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rakyat Merdeka bersama sejumlah wartawan senior lainnya, mewawancarai Presiden Prabowo di Hambalang, pekan lalu. Berikut ini adalah tulisan seri ketiga. Tentang hasil survei kinerja dua tahun Pemerintahan dan reshuffle kabinet.

Bagaimana tanggapan Presiden melihat hasil survei kinerja Pemerintahannya dalam dua tahun terakhir? Ada lembaga yang merilis approval rating Presiden di survei terakhir kisaran 40-50 persen. Apakah dengan hasil seperti ini tetap akan maju di periode berikutnya?

Pertanyaan ini diajukan oleh Rivana Pratiwi (Wakil Pemimpin Redaksi MetroTV).

Air muka Presiden tampak berubah. Tapi, jawabannya tegas. “Saya bekerja untuk rakyat. Saya disumpah. Menurut saya, ini keyakinan, ya. Nanti pada saatnya rakyat yang akan memutuskan apakah saya dikasih mandat lagi atau tidak,” katanya.

Approval rating turun adalah risiko politik akibat program prioritas yang menyedot banyak anggaran, digas bersamaan. Terutama Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Menurut Presiden, dalam hidup selalu ada risiko. “Anda naik mobil, itu risiko. Memangnya anda yakin, naik mobil tidak akan tertabrak? Everything has risk,” kata Presiden.

Bagi Presiden, program MBG sangatlah penting. Orang lapar tak bisa menunggu lama. Masa, masih ada orang lapar di negara yang masuk anggota G20. “Saya tidak terima (kenyataan) itu,” tandasnya.

“Jadi, kalau Anda bilang saya ngegas, iya. (Tapi) Saya beri waktu,” katanya, seraya menggambarkan bahwa target-target yang diberikan kepada menteri-menteri pun membutuhkan waktu untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Baca juga : BI Masih Punya Ruang Bernapas

Misalnya, swasembada pangan. Awalnya diberi target empat tahun. Ternyata, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, bisa mencapainya dalam setahun. “Saya beruntung punya Menteri Pertanian hebat. (Padahal) tadinya saya benar-benar tidak mengenalnya. Bukan berasal dari partai saya. Tapi, saya perhatikan, dia cocok. Luar biasa,” puji Presiden.

Namun, disayangkan. Kata Presiden, masih ada pakar-pakar yang pintar, tapi tak mau mengakui prestasi Pemerintah. “Hati saya, untuk rakyat. Saya percaya dengan evidence dan kebenaran,” tandasnya.

Presiden yakin dan percaya, rakyat bersamanya. “Tiap kali saya muncul di masyarakat, rakyat berbondong-bondong menyambut saya. Karenanya bagi saya, yang penting adalah bekerja,” tegas Presiden.

Selama dua tahun pemerintahan, banyak capaian sudah diraih. Namun evaluasi terhadap tim dan kabinetnya akan terus dilakukan. Ibarat kesebelasan sepak bola, ada pemain inti, striker dan cadangan. Kalau pun ada reshuffle, Presiden mengatakan, itu sifatnya untuk mempromosikan seseorang, dengan prinsip the man in the right place. Juga mempertimbangkan kompetensi.

“Secara objektif, ya, saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. (Tapi) kalau ada yang tidak cocok di tempat tertentu, ya kita harus mengganti dengan orang yang benar,” ujarnya.

Penggantian juga dilakukan, bila personil bermasalah. “Itu tidak bisa dihindari kan,” katanya. Seperti misalnya, tahu-tahu ada KPK menyebut pejabat tertentu diduga melanggar. “Ya gimana. KPK tanya, apakah diizinkan menahan? Kalau ada bukti, ya silakan,” papar Presiden, sembari menceritakan yang dialami sejumlah pejabat di Pemerintahan, ada yang ditahan karena melakukan penyelewengan dan harus dipertanggungjawabkan.

Presiden menyadari bahwa saat ini memang hanya ada beberapa menteri saja yang berada di garis depan. Sementara yang lainnya, dibiarkan bekerja, berinisiatif dan bertanggung jawab pada tugasnya.

Baca juga : Muncul Ke Publik Pasca Kantornya Digeledah KPK, Nusron Hormati Proses Hukum

Yang di garis depan fokus mengerjakan program mendasar dan rumit. Seperti mengamankan ketahanan pangan dan energi. “Kita harus amankan BBM. Dan lumayan kondisi kita tidak separah di negara lain,” katanya. Rencana berikutnya, untuk menjaga ketahanan energi, Pemerintah akan membuat BBM B50 yang ramah lingkungan, dan membangun solar panel besar-besaran.

Tak kalah penting, mencegah kebocoran uang ke luar negeri, meningkatkan devisa dan membuka lapangan kerja. Dengan cara itu, Pemerintah akan memiliki anggaran yang cukup untuk mengatasi kelaparan (stunting) dan menurunkan kemiskinan.

Terkait investasi, Presiden yakin dalam waktu dekat akan datang besar-besaran. “Tunggu saya, beberapa pekan ke depan,” katanya.

Optimisme itu merujuk pada sejumlah indikator ekonomi yang memperlihatkan fundamental kuat di tengah gejolak ekonomi global. Realisasi investasi hingga Juni 2026 mencapai Rp1.010 triliun, dan melahirkan 1,4 juta lapangan kerja. Tahun lalu, investasi mencapai Rp1.931 triliun dan memberikan kontribusi pada penciptaan 2,7 juta lapangan kerja baru.

Siapa investor yang akan datang itu? Presiden mengatakan telah bertemu dengan pemain-pemain besar dunia, yang memahami bahwa fundamental ekonomi Indonesia aman dan bagus. Indikatornya, rasio utang rendah dan defisit anggaran di bawah 3 persen. Inflasi juga tergolong yang terendah di dunia. Sekitar 2,92 persen. “Anda bayangkan dan bandingkan saja dengan negara lain,” ujar Presiden. Defisit anggaran di Filipina mencapai 6 persen, India 4,6 persen dan Prancis 5,4 persen.

“Semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis,” katanya.

Ia merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia dapat menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada 2050.

Baca juga : Masih Ditahan Di KPK, Febrie Segera Diadili

“Semua yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4 dunia di tahun 2050. Which is 25 tahun ke depan,” kata Prabowo. (Bersambung)

Saksikan wawancara lengkap versi video di kanal Youtube Rakyat Merdeka TV).

4 Jam, Presiden Prabowo Menjawab Pertanyaan Wartawan Senior, Tentang Situasi Nasional

(Part 1)

https://www.youtube.com/watch?v=BBnxEJJkbdw&t=4989s

(Part 2)

https://www.youtube.com/watch?v=RGwnbZPWOkE&t=5382s

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.