Dark/Light Mode

Muhammadiyah Siap Jadikan Dapur Gizi sebagai Model Percontohan Nasional

Kamis, 8 Oktober 2026 15:32 WIB
Foto: Muhammadiyah.
Foto: Muhammadiyah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Muhammadiyah memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengembangkan Dapur Muhammadiyah sebagai salah satu model percontohan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Pemenuhan Gizi Nasional.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang juga Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, turut mendampingi jajaran Muhammadiyah dalam pertemuan dengan Kepala BGN Sudaryono beserta jajaran Deputi BGN di Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas penguatan dukungan dan sinergi dalam pengembangan Dapur Muhammadiyah, termasuk pemenuhan standar operasional, keamanan pangan, tata kelola, hingga peningkatan kapasitas pengelola SPPG.

Dzulfikar mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan Muhammadiyah penting untuk memastikan program pemenuhan gizi tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat.

Program pemenuhan gizi, menurutnya, perlu dipandang sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

"Pemenuhan gizi yang baik akan mendukung tumbuh kembang anak, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, produktivitas, serta kesiapan generasi muda menghadapi masa depan," ungkap Dzulfikar. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas perkembangan Dapur Muhammadiyah dan peluang pengembangannya sebagai model percontohan SPPG yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Baca juga : Parpol Koalisi Pemerintah Perlu Dibatasi 60 Persen

Muhammadiyah memiliki jaringan luas melalui lembaga pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, serta Amal Usaha Muhammadiyah.

Ekosistem tersebut dinilai menjadi modal sosial yang dapat mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi secara berkelanjutan.

"Dapur Muhammadiyah tidak hanya diarahkan sebagai tempat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga sebagai pusat pelayanan yang mengedepankan standar kualitas makanan, kebersihan dan keamanan pangan, tata kelola yang baik, penguatan sumber daya manusia, serta sistem monitoring dan evaluasi yang terukur," tuturnya.

Model tersebut diharapkan dapat menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemenuhan gizi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

SPPG Muhammadiyah juga menyampaikan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan BGN dalam pengembangan dapur, pemenuhan standar operasional, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan kapasitas pengelola SPPG.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap SPPG mampu memberikan pelayanan yang aman, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Hal itu sejalan dengan perhatian BGN terhadap penguatan tata kelola dan pengawasan SPPG.

Baca juga : Tokoh Muhammadiyah Apresiasi Buku Dadang Kahmad tentang Masa Depan Agama

BGN juga mendorong pengawasan berkala terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Muhammadiyah menegaskan kesiapan mengambil bagian dalam mendukung program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah.

Pengembangan Dapur Muhammadiyah juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pengadaan bahan pangan dapat melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, dan pelaku usaha lokal sesuai dengan ketentuan program.

"Dengan demikian, keberadaan SPPG diharapkan menciptakan efek berganda, yakni memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ungkapnya. 

Kehadiran Dzulfikar dalam pertemuan tersebut juga memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan produktif.

Sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong keterlibatan generasi muda Muhammadiyah dalam berbagai agenda pembangunan nasional.

Baca juga : Jenderal, Hapus Pungli, Sikat Beking-bekingan!

Kolaborasi pemerintah, Muhammadiyah, generasi muda, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan ekosistem pemenuhan gizi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Hilman Latief beserta jajaran Muhammadiyah menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan integritas dalam pengembangan SPPG Muhammadiyah.

Muhammadiyah menyatakan siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional dengan tetap mengedepankan prinsip amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Pertemuan dengan Kepala BGN Sudaryono beserta jajaran Deputi BGN diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam pengembangan Dapur Muhammadiyah sehingga dapat menjadi salah satu role model SPPG yang profesional, berkualitas, aman, transparan, dan dapat direplikasi secara nasional.

Muhammadiyah memandang, keberhasilan program pemenuhan gizi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki kebijakan dan instrumen negara, sementara masyarakat memiliki kekuatan sosial dan jaringan pelayanan.

Kolaborasi keduanya diharapkan dapat menjadikan program pemenuhan gizi sebagai gerakan nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dapur Muhammadiyah pun diharapkan tidak sekadar menjadi tempat memasak dan mendistribusikan makanan, tetapi berkembang sebagai bagian dari ekosistem pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan investasi pembangunan manusia Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.