Dark/Light Mode

HUT ke-27 GRANAT, Togar Sianipar Serukan Perang Luar Biasa Lawan Narkoba

Minggu, 1 November 2026 16:14 WIB
Foto: GRANAT.
Foto: GRANAT.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ancaman narkotika yang terus menggerogoti kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan serius dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Karena itu, perang melawan narkoba membutuhkan langkah luar biasa, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Pesan tersebut ditegaskan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Komjen Pol (P) Togar M. Sianipar dalam perayaan HUT ke-27 GRANAT, Jumat (30/10/2026).

Togar menegaskan, upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika tidak boleh dilakukan setengah hati.

Diperlukan pendekatan yang lebih serius, terukur, dan luar biasa mengingat dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia serta masa depan bangsa.

Menurutnya, persoalan narkoba menjadi salah satu tantangan besar dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Terlebih, ancaman tersebut berhadapan langsung dengan upaya pemerintah memanfaatkan bonus demografi untuk membangun generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

Dalam pandangannya, berbagai persoalan sosial dan kependudukan perlu mendapatkan perhatian serius.

Hal tersebut juga menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Ikatan Alumni Lemhannas.

Sejumlah isu yang mengemuka meliputi kualitas bonus demografi, penyakit kronis yang telah lama menggerogoti bangsa, serta semakin masifnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Togar mengingatkan bahwa persoalan-persoalan tersebut saling berkaitan dan berpotensi mempengaruhi kualitas generasi penerus Indonesia.

Baca juga : Ketum APKASI Dukung BNN Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa

Ia juga mengingatkan berbagai peringatan mengenai bahaya narkoba yang sebelumnya pernah disampaikan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Namun, Togar menilai perkembangan persoalan narkotika hingga saat ini masih memprihatinkan. Jumlah penyalahguna dan peredaran narkoba dinilai terus meningkat.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) membutuhkan penguatan yang lebih nyata.

Meski menyoroti berbagai tantangan tersebut, Togar tetap memberikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) beserta seluruh jajarannya.

"Saya tetap memberikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) beserta seluruh jajarannya yang selama ini menjalankan tugas sebagai focal point dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika," jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya operasi gabungan antara BNN dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat agar penegakan hukum mampu memberikan efek jera (deterrent effect) terhadap bandar maupun jaringan peredaran narkotika.

Togar menegaskan, pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum.

Keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Ia menyebut peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung upaya tersebut telah mendapatkan landasan melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap gerakan antinarkotika, GRANAT diharapkan mampu mengambil peran lebih besar melalui program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Togar juga mengingatkan agar sejumlah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dijalin GRANAT dengan berbagai pihak tidak sekadar menjadi dokumen formal.

Baca juga : Ketua Umum Granat Apresiasi Kinerja Polri Berantas Peredaran Narkoba

Seluruh kerja sama tersebut harus ditindaklanjuti melalui kegiatan konkret dan terukur sehingga dapat mendukung keberhasilan program P4GN.

Menurutnya, momentum HUT ke-27 GRANAT harus menjadi tantangan sekaligus penyemangat bagi seluruh keluarga besar organisasi untuk meningkatkan pengabdian dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Selain menyoroti ancaman narkotika, Togar juga memberikan perhatian terhadap pembenahan internal GRANAT.

Ia menilai, organisasi harus terus berkembang menjadi lembaga yang profesional, tertib, disiplin, dan bermartabat.

Sebab, kekuatan organisasi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui aktivitas maupun penampilan di hadapan publik, tetapi juga harus tercermin dalam tata kelola internal.

"Kita jangan hanya indah dilihat dari luar, tetapi juga harus indah secara internal," demikian pesan yang disampaikannya.

Untuk mendukung pembenahan tersebut, Togar meminta agar sejumlah perangkat organisasi segera diselesaikan, mulai dari pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Organisasi (PO), hingga penyusunan program kerja dan program kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebagai sarana evaluasi organisasi.

Melalui forum tersebut, perkembangan, pencapaian, serta progresivitas GRANAT diharapkan dapat diukur secara lebih jelas.

Togar berharap seluruh jajaran pengurus DPP GRANAT mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan perhatian terhadap tugas organisasi masing-masing.

Dalam perayaan HUT ke-27 tersebut, Togar turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.

Baca juga : Granat Pertanyakan Dasar Penangkapan Duterte

Penghargaan secara khusus diberikan kepada panitia yang dikoordinasikan Meta Azhar Dadot selaku Wakil Sekretaris Jenderal GRANAT.

Ia juga mengapresiasi jajaran pengurus DPP, Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang terus menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan organisasi di berbagai wilayah.

Beberapa DPD yang mendapat perhatian khusus karena dinilai memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan GRANAT antara lain Lampung, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur.

Togar berharap dedikasi para pengurus di daerah dapat terus ditingkatkan agar keberadaan GRANAT semakin dikenal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menutup sambutannya, Togar mengajak seluruh keluarga besar GRANAT untuk terus menjaga semangat dan komitmen dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Menurutnya, usia 27 tahun bukan sekadar perjalanan panjang sebuah organisasi, melainkan momentum untuk memperbesar kontribusi dan memperkuat langkah perjuangan.

Ia berharap, GRANAT semakin solid dalam membangun sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat demi memperkuat gerakan antinarkotika di Indonesia.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan generasi muda tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Dengan komitmen bersama dan pelaksanaan P4GN yang lebih serius serta luar biasa, GRANAT diharapkan terus mengambil bagian dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.