Dark/Light Mode

Hadirkan Inovasi Program Sawah Mini IP-500

Polres Tubaba Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat Dari Pekarangan Rumah

Selasa, 3 November 2026 17:42 WIB
Sawah Mini Mina Padi IP-500 hasil inovasi Polsek Tumijajar, Kab. Tulang Bawang Barat, Lampung. Foto: Polres Tubaba
Sawah Mini Mina Padi IP-500 hasil inovasi Polsek Tumijajar, Kab. Tulang Bawang Barat, Lampung. Foto: Polres Tubaba

RM.id  Rakyat Merdeka - Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui program Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka.

Program ini menyasar setiap kepala keluarga agar mampu memproduksi bahan pangan sekaligus menciptakan sumber penghasilan tambahan dengan memanfaatkan lahan terbatas, termasuk pekarangan rumah.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan mengatakan, program tersebut dirancang sebagai solusi konkret menghadapi tekanan ekonomi, sulitnya lapangan pekerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga ancaman perubahan iklim yang berpotensi mengganggu produksi pangan.

"Ini sangat efektif dan efisien untuk mendukung kedaulatan pangan mandiri keluarga. Secara nilai ekonomis juga sangat menguntungkan masyarakat," kata Himmawan, di Polres Tubaba, Selasa (3/11/2026).

Baca juga : Esa Unggul Latih Warga Kebagusan Gunakan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Dia menjelaskan, konsep sawah mini tersebut menggabungkan budidaya padi dan ikan lele dalam satu kolam terpal dengan luas minimal 5 x 7 meter. Padi menjadi sumber pangan untuk konsumsi keluarga, sedangkan lele memiliki nilai jual yang dapat menjadi tambahan pendapatan rumah tangga.

Himmawan menilai model usaha tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan ekonomi masyarakat. Selain persoalan ekonomi, ancaman musim kemarau panjang atau fenomena El Nino juga menjadi pertimbangan pengembangan program tersebut.

Sawah mini berbasis terpal dinilai lebih fleksibel karena tidak bergantung sepenuhnya pada ketersediaan lahan persawahan dan sistem irigasi konvensional.

"Kalau setiap keluarga memiliki kolam mina padi, mereka bisa memenuhi sebagian kebutuhan pangan sendiri. Lele bisa dijual, sedangkan padinya bisa dikonsumsi. Jadi ada dua nilai ekonomis yang diperoleh sekaligus," ujarnya.

Baca juga : Kementan Dorong Pengembangan Pertanian Organik

Himmawan menegaskan, program Sawah Mini IP-500 juga akan diintegrasikan dengan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), salah satu program prioritas Kapolri. Melalui pendekatan tersebut, kepolisian tidak hanya membantu masyarakat mencari akses pekerjaan, tetapi juga membekali mereka keterampilan produktif untuk membangun kemandirian ekonomi.

Program ini akan mengembangkan keterampilan masyarakat dalam pertanian dan perikanan, termasuk budidaya hidroponik, ikan, serta pemanfaatan teknologi pertanian sederhana.

Untuk memperluas penerapannya, Polres Tubaba akan menggandeng pemerintah daerah, perusahaan, dan berbagai elemen masyarakat.

Dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR diharapkan dapat membantu penyediaan sarana produksi, terutama terpal dan polibag bagi keluarga yang membutuhkan.

Baca juga : Mentan Beri Penghargaan Ke Penggagas Elisitor Biosaka

"Kami akan menggunakan pola terstruktur, sistematis, dan masif. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan di Tubaba agar program ini bisa dirasakan masyarakat secara luas," katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.