Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Siapa Menteri Yang Lambat Respon Keluhan Pengusaha?

Rabu, 1 Juli 2020 01:50 WIB
Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang.
Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tindakan Presiden Jokowi memarahi menterinya ditanggapi pengusaha. Mereka ikutan curhat kinerja sejumlah menteri yang dinilai lelet merespon keluhan para pengusaha di masa pandemic Covid-19. Siapa menteri yang dimaksud?

Curhat salah satunya diutarakan Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang. 

Menurutnya, kegalauan Presiden Jokowi yang disampaikan pada sidang kabinet beberapa waktu yang lalu, hampir sama juga dengan yang dirasakan dunia usaha.  Alasannya, ada menteri yang lambat merespon dinamika yang terjadi di kalangan dunia usaha.

Baca juga : PSI Sebut Wajar Presiden Marah

"Kita menilai dari sejumlah menteri yang membidangi ekonomi, ada yang cepat merespon, sedang dan lambat. Nah, yang lambat ini direshuffle. Diganti figur yang lebih mumpuni, menguasai bidangnya serta cepat merespon situasi dan kondisi lapangan," kata Sarman, Selasa (30/6).

Sarman bilang, di tengah ketidakpastian dan ancaman krisis ekonomi, sangat diharapkan figur menteri yang memiliki kreativitas dan inovasi dengan berbagai terobosan untuk mampu menjawab tantangan besar yang ada di depan  mata kita.

Jika memang Presiden melakukan reshuffle, imbuh Sarman, dunia usaha berharap yang dipilih berasal dari kalangan professional. Bukan kader parpol. Agar kinerjanya fokus dan tidak terbebani kepentingan partai.

Baca juga : Ini Yang Digali Penyidik KPK Dari Pengusaha Dedey Risjad

“Dengan adanya resufle ini ada secercah harapan  agar apa yang menjadi kegalauan Presiden dan dunia usaha dapat terjawab," jelasnya.

Tapi, lanjut Sarman, siapapun yang akan direshuffle tentu kembali kepada hak prerogatif Presiden. Dunia usaha sangat yakin Presiden akan objektif mengevaluasi kinerja bawahannya dengan indikator yang terukur. Sehingga siapapun yang direshuffle dapat menerima secara legowo dan. tidak memiliki implikasi politik.

"Semoga Presiden mendapatkan figur yang tepat dan direspon positif oleh pasar sehingga kita mampu menghadapi dan melewati badai ini. Kita meyakini melalui kerja sama dan kerja keras kita semua pertumbuhan ekonomi kita secara perlahan dan pasti akan tumbuh positif," jelasnya. [DIR]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.