Dark/Light Mode

Rogoh Kocek Rp 4,5 Miliar, PLN Listriki 4 Dusun Di Donggala

Minggu, 13 September 2020 13:27 WIB
PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, sepanjang 8,72 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 7,65 kms dan Gardu sebanyak 5 buah dengan total kapasitas mencapai 350 kiloVolt Ampere. (Dok. PLN)
PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, sepanjang 8,72 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 7,65 kms dan Gardu sebanyak 5 buah dengan total kapasitas mencapai 350 kiloVolt Ampere. (Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah sekian lama menanti, warga 4 dusun di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah akhirnya bisa menikmati listrik PLN.

4 dusun yang kini menikmati terangnya setrum PLN itu, Dusun Salunei Desa Bambarimi, Dusun UD Maju Desa Watatu, Dusun 4 Desa Rerang dan Rano. 

"Kini, masyarakat kami senang, tak gelap lagi kalau malam. Kini sudah bisa membuat aneka makanan juga untuk dijual, masyarakat bisa lebih produktif sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PLN membuat Donggala menyala dan terus menyala," tutur Bupati Donggala, Kasman Lassa, dalam keterangan pers yang diterima RMCo, Minggu (13/9/2020).

Saking bahagianya, Kasman mengutip sebuah judul buku karya Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini, untuk menggambarkan kebahagiaan warganya. 

Berita Terkait : Rogoh Kocek Rp 150 M, Pertamina Dorong UMKM Bangkit dan Mandiri

"Habis Gelap, Terbitlah Terang," kata Bupati.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda menyampaikan bahwa PLN terus berkomitmen untuk menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri.

Dirinya pun berharap hadirnya listrik dapat menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat.

"Dengan tersambungnya listrik di desa-desa ini, semoga memberikan dampak positif untuk mendongkrak perekonomian, terlebih mayoritas mata pencaharian warga di keempat lokasi ini adalah sebagai petani dan nelayan, serta tanah yang begitu subur dan juga terdapat perkebunan cengkeh, kelapa, pala, dan lain-lain. Semoga bisa muncul usaha pengolahan hasil pertanian dan perikanan," kata Huda.

Berita Terkait : PLN Listriki 7 Desa Di Pulau Nias

Demi melistriki 504 kepala keluarga yang ada di empat lokasi ini, ini PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 8,72 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 7,65 kms dan Gardu sebanyak 5 buah dengan total kapasitas mencapai 350 kiloVolt Ampere. 

Total biaya investasi yang dikeluarkan PLN untuk menghadirkan listrik di empat lokasi ini mencapai Rp 4,5 Miliar.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulutenggo), Leo Basuki menjelaskan bahwa medan yang cukup sulit menjadi tantangan dalam pembangunan ke empat lokasi ini.

"Jaringan listrik yang harus melewati pohon-pohon produktif, hingga kondisi pandemi Covid-19, meskipun ini tantangan namun tidak menjadi hambatan bagi kami untuk mewujudkan senyum masyarakat yang puas akan listrik PLN," imbuh Leo.

Berita Terkait : Kantongi Pendapatan 54,58 Miliar Dolar AS, Pertamina Ngirim Surat ke Fortune Global

Keberhasilan PLN melalui melistriki empat lokasi ini tidak lepas dari adanya koordinasi yang baik dengan stakeholder antara lain Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa, dan tentunya masyarakat desa yang dengan antusias menyambut masuknya listrik PLN. 

PLN terus berupaya menghadirkan listrik ke wilayah-wilayah terpencil guna meningkatkan rasio elektrifikasi. Hingga bulan Agustus, Rasio elektrifikasi di Kabupaten Donggala telah mencapai 98,96 persen dengan Rasio Desa Berlistrik telah mencapai 100 persen. [FAZ]