Dark/Light Mode

Di Tengah Pandemi Corona

Mahasiswa Diajak Aktif Edukasi Masyarakat Soal Mitigasi Dan Adptasi

Kamis, 24 September 2020 20:16 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Muhammad Hudori
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Muhammad Hudori

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Muhammad Hudori menyampaikan bahwa mitigasi, inovasi dan adaptasi adalah upaya-upaya yang dapat di demonstrasikan untuk mewujudkan ketangguhan Kota dan Wilayah Indonesia dari pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Kemendagri pada Mata Kuliah Studi Kebijakan Pembangunan, Program Magister Studi Pembangunan SAPPK-ITB, dengan tema Strategi Pembangunan di Masa Pandemi Untuk Mewujudkan Ketangguhan Kota dan Wilayah Indonesia, secara virtual di Ruang Kerja Sekjen, Jakarta, Selasa (24/09/2020).

Strategi mitigasi yang dimaksudkan oleh Sekjen ialah melalui sosilisasi protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai sabun dan menjaga jarak) dan 3T (Testing, Tracking dan Treatment).

Baca Juga : Djoko Tjandra Dikorek Soal DP Rp 7 M Untuk Pengurusan Fatwa MA

Namun hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah, tetapi juga masyarakat.

“Dalam rangka penanganan Covid-19, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau hand sanitizer, alkohol, klorin, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dilaksanakan tidak hanya oleh Pemerintah tetapi oleh masyarakat juga,” terangnya.

Selain itu, untuk menyambut tatanan normal baru, Kemendagri juga telah menggelar lomba inovasi di 7 sektor usaha, yaitu pasar tradisional, pasar modern/mall, restauran, hotel, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), tempat wisata dan transportasi umum.

Baca Juga : Kalau Saudi Oke, Jamaah Yang Tertunda Sejak 27 Februari Diprioritaskan Berangkat

Ia mengakui menggelar lomba inovasi tersebut dengan dukungan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian terkait lainnya.

Pemenang lomba juga diberikan hadiah berupa Dana Insentif Daerah (DID).

“Ini sudah diberikan semacam DID, uang ini sekali lagi kemarin kan sempat dipersoalkan, uang itu kembali lagi ke daerah untuk penanganan percepatan Covid-19 di daerah bukan untuk yang lain, bukan juga untuk kepala daerah, tapi untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.
 Selanjutnya