Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Organisasi masyarakat (Ormas) Islam dan ormas keagamaan merupakan elemen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Begitu juga dengan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) merupakan representasi dari berbagai lapisan masyarakat yang secara konsisten membantu pemerintah dalam menjaga dan membangun negera ini.
Hal inilah yang mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) membentuk ‘Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme.
Baca juga : Bio Farma Gandeng BPKP Dan LKPP
Gugus tugas dengan melibatkan para pemuka agama moderat dalam suatu gugus tugas dalam mengatasi perkembangan paham radikal terorisme di Indonesia.
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Gugus Tugas Pemuka Agama yang merupakan bentuk dari sinergitas dari BNPT bersama dengan tokoh-tokoh agama yang ada di seluruh Indonesia. "Sinergi ini penting untuk mengupayakan moderasi beragama dalam melawan upaya radikalisasi yang mengarah pada intoleransi dan terorisme di masyarakat,” ujarnya seusai mengukuhkan ‘Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme’ di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (26/11).
Baca juga : Perluas Bisnis Gas, PGN Gandeng Perusahaan Jepang
Kepala BNPT berharap dengan peran serta alim ulama dan para tokoh agama dapat memberikan pencerahan kepada seluruh umat.
Ia menambahkan bahwa apa yang selama ini disampaikan terkait radikalisasi, propaganda dalam bentuk narasi dan cara pencegahannya ini mendapatkan dukungan dari para tokoh agama dan alim ulama sehingga tidak membawa penyesatan ataupun informasi yang keliru diterima oleh generasi muda kita.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya