Dewan Pers

Dark/Light Mode

Konsen Tangani Pandemi

PBNU Bentuk Satgas NU Peduli

Senin, 28 Desember 2020 10:58 WIB
Ketua Satuan Koordinasi Covid-19 Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulun Nuha. (Foto: Istimewa)
Ketua Satuan Koordinasi Covid-19 Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulun Nuha. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) konsen dengan penanganan pandemi Covid-19. Untuk itu pula, PBNU membentuk Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli. Satgas ini melibatkan sejumlah badan otonom NU untuk melindungi warga Nahdliyin di Tanah air dari ancaman Covid-19.

“Kita fokus melin dungi warga. Termasuk warga pesan tren dengan berupaya melakukan edukasi untuk melindungi, serta melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan, kampanye, audit kesehatan agar warga NU berdaya menegakkan protokol kesehatan,” jelas Ketua Satuan Koordinasi Covid-19 Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulun Nuha.

Berita Terkait : DKAI Wadah Anak Menyalurkan Ide, Kreatifitas dan Peduli

Dia menjelaskan, kaum Nahdlyin -sebutan bagi warga nahdlatul Ulama (NU), merasa keselamatannya terancam pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Karena selama masa pandemi sejak Maret hingga Desember 2020, ungkap Nuha, sudah 234 kiai dan tokoh NU wafat.

Padahal pada 2019, para kiai atau tokoh NU yang meninggal dunia hanya sekitar 40-an saja. “Pandemi ini sangat luar biasa mengancam keselamatan warga nahdliyin, terutama para kiai kita,” katanya, di Banda Aceh, kemarin.

Berita Terkait : Erick Dorong BUMN Review Strategi 2021

Meski dinyatakan telah meninggal dunia, PBNU tidak menyatakan, para kiai tersebut wafat karena terpapar Covid-19 atau tidak. ia hanya memastikan bahwa para kiai dan tokoh NU itu wafat selama masa pandemi.
 Selanjutnya