Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin mengatakan, pihaknya menolak tegas kampanye anti vaksin Covid-19.
Program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah, tegasnya, menggunakan vaksin yang aman. “Percayalah. Pemerintah tidak akan mencelakakan rakyatnya. Percayalah vaksin merupakan sesuatu yang aman,” kata Ahmad, di lingkungan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1).
Baca juga : Panglima Hadi Minta Prajurit TNI Sukseskan Vaksinasi Covid-19
Ia mengatakan vaksinasi COVID-19 merupakan ikhtiar untuk melindungi jiwa agar tetap sehat dan bisa menjalankan kehidupan. Karena itu, vaksinasi merupakan kewajiban kita semua, agar kita terhindar dari wabah virus Covid-19,” ujar Ahmad.
Vaksin yang digunakan pemerintah pun, lanjutnya lagi, telah mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan begitu, masyarakat dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 tanpa takut dan tanpa ragu.
Baca juga : Siaran Langsung, Ini Link YouTube Jokowi Disuntik Vaksin Covid
“Kita berusaha meyakinkan seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi tanpa rasa takut, vaksinasi ini sudah mendapat sertifikasi halal. Kita tidak perlu takut,” ujar dia.
Pada Rabu (13/1) ini juga, Indonesia memulai program vaksinasi Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) malah menjadi bagian dari kelompok pertama yang diberikan vaksin Covid-19, bersama dengan perwakilan dari pejabat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman, tenaga kesehatan di Istana Merdeka.
Baca juga : Halal, Menag Ajak Warga Jangan Ragu Ikut Vaksin Covid-19
Ahmad mengikuti vaksinasi pagi ini berbarengan dengan Presiden Jokowi. Vaksin yang disuntikkan adalah vaksin dari Sinovac yang telah mendapatkan izin edar darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari BPOM.
Setelah Presiden Jokowi dan jajarannya, Kamis (14/1) besok, vaksin akan disuntikkan ke kepala daerah dan tenaga kesehatan yang memenuhi syarat, seperti berusia 18-59 tahun, tanpa komorbid (penyakit penyerta), dan tak pernah terinfeksi Covid-19. [RSM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya