Dewan Pers

Dark/Light Mode

Walikota Bekasi Utamakan Nakes Untuk Vaksin Covid

Jumat, 8 Januari 2021 22:11 WIB
Vaksin Coivid gelombang pertama diperuntukan ke tenaga kesehataan
Vaksin Coivid gelombang pertama diperuntukan ke tenaga kesehataan

RM.id  Rakyat Merdeka - Walikota Bekasi, Rahmat Effendi akan mendahulukan vaksin Corona gelombang pertama untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Bekasi. Sikap Walkot Bekasi berbeda dengan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Uu menyatakan, siap menjadi orang pertama dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang divaksin Covid-19 di provinsi tersebut.

“Kalau saya siap kapan saja divaksin. Tapi seharusnya pemimpin itu belakangan, tidak mementingkan kepentingan, bahwa pemimpin harus divaksin dulu, sementara tenaga kesehatannya belakangan," kilah Rahmat yang akrab disapa, Pepen kepada awak media, Kamis (7/1).

Menurut Pepen, nakes menjadi prioritas utama divaksin karena menjadi garda terdepan penanganan Covid-19. Nakes dinilai rentan terpapar wabah karena setiap hari bertemu dengan pasien Covid-19 maupun pasien umum.

Berita Terkait : Tatap Muka Sekolah Harus Utamakan Keselamatan Murid

"Bukannya takut divaksin, saya mendahulukan yang penting dulu, seperti nakes yang memang rentan terpapar. Kalau saya ambil jatah nakes satu untuk kepentingan saya, berarti saya sudah mengurangi siapa yang paling membutuhkan," celetuknya.

Ia mencatat, ada sekitar 11.983 nakes di Kota Bekasi yang akan menerima vaksin tahap pertama ini, baik dari rumah sakit, Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

"Kita ajukan hampir 500.000, sementara baru diberikan oleh Pemerintah itu sekitar 11.000 dan itu sudah ada di Provinsi Jawa Barat," paparnya. 

Berita Terkait : Irma Minta Para Konglomerat Pinjamkan Properti Untuk Tampung Pasien Covid-19

Namun, Pepen, belum mengetahui kapan vaksin  racikan Sinovac tersebut mulai didistribusikan. Pemkot Bekasi masih menunggu informasi dari Pemprov Jawa Barat.

"Kami belum terima informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat kepada Kota Bekasi, kapan vaksin dikirim," ujarnya. [FIK]