Dark/Light Mode

Cuaca Buruk, Pesawat Lion Dan Garuda  Batal Mendarat Di Pontianak

Kamis, 14 Januari 2021 18:55 WIB
Ilustrasi Pesawat Lion Air. (Foto: Ist)
Ilustrasi Pesawat Lion Air. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua pesawat dari maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air rute Jakarta-Pontianak gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Rabu (13/1) sore.

Akhirnya, kedua pesawat tersebut dengan kode penerbangan GA 504 milik maskapai Garuda Indonesia dan kode penerbangan JT 684 milik maskapai Lion Air terpaksa dialihkan mendarat di bandara lain. Pesawat Lion Air dialihkan mendarat ke Batam. Sementara, pesawat Garuda dialihkan ke Palembang.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, pada saat mendekati Bandara Internasional Supadio Pontianak, pilot mendapat informasi dari petugas pengatur lalu lintas udara mengenai perubahan kondisi cuaca yang kurang baik (bad weather).

Berita Terkait : Bayi Badak Putih Lahir di Taman Safari Bogor

"Untuk mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan dikarenakan jarak pandang pendek yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pendaratan, pilot memutuskan melakukan pengalihan pendaratan (divert) di Bandara Internasioal Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau," katanya dalam keterangan resminya, Kamis (14/1).

Danang memastikan di Bandara Internasioal Hang Nadim, Batam, pesawat Lion Air JT 684 mendarat pukul 15.15 WIB. Kemudian, setelah mendapatkan informasi lanjutan, kata Danang, jarak pandang di Bandara Internasional Supadio Pontianak sudah memenuhi kualifikasi lepas landas dan mendarat maka Lion Air mempersiapkan kembali keberangkatan ke Pontianak dengan nomor penerbangan JT 684D.

"Lion Air penerbangan JT 684D mengudara dari Bandara Internasional Hang Nadim pukul 16.18 WIB dan sudah mendarat di Bandara Internasional Supadio pada 17.53 WIB," jelasnya.

Berita Terkait : Industri Penerbangan Bisa Hidup Garap Rute Domestik

Lion Air meminimalisir dampak yang timbul agar penerbangan Lion Air lainnya tidak terganggu. Selain itu, Lion Air penerbangan JT 684D dipersiapkan secara baik. Pesawat yang dioperasikan Boeing 737-800NG registrasi PK-LOR sudah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan dan dinyatakan layak terbang.

"Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa tujuh awak pesawat, 132 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan dua balita. Pesawat lepas landas pukul 12.40 WIB," ungkapnya.

Sementara, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pesawatnya gagal mendarat di bandara tujuan karena kondisi cuaca yang memburuk saat penerbangan dari Jakarta pukul 12.50 WIB ke Pontianak. Untuk itu, pesawat diarahkan mendarat di Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan.

Baca Juga : Ajaib Group Dapat Suntikan Dana 25 Juta Dolar AS Dari Horizon Ventures Dan Alpha JWC

"Pendaratan GA 504 sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penerbangan. Kalau kondisi bandara tujuan tidak memungkinkan didarati maka divert ke bandara lain," katanya.

Irfan menjelaskan, kendala pendaratan di Indonesia paling sering disebabkan hujan lebat. Di mana membuat jarak pandang pilot terbatas. Garuda Indonesia membatasi jarak pandang minimal adalah 800 meter. Jika kurang dari itu maka pilot akan memutuskan divert.

"Kan Garuda ini nomor satu di mana-mana buat kita itu adalah safety buat penumpang, nggak boleh ambil risiko-risiko yang membahayakan, karena aturan yang kita sepakati adalah 800 meter. Begitu 800 meter nggak kelihatan mesti divert," ucapnya. [KPJ]