Dark/Light Mode

Apa Kabar Indonesia?

Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Selasa, 19 Januari 2021 08:08 WIB
Ilustrasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. (Foto: Mice)
Ilustrasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. (Foto: Mice)

 Sebelumnya 
Selain diuji dengan bencana alam, ekonomi Indonesia selama dilanda pandemi makin mengkhawatirkan. Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, pelemahan ekonomi itu sudah terjadi awal tahun lalu. Kondisi itu diperparah dengan adanya pandemi.

“Di awal semester tahun ini kita akan kesulitan cash flow. Dampak dari krisis multidimensi ini akan lebih gawat dibandingkan sebelum 98,” kata Rizal, meramal.

Krisis moneter saat itu karena pemerintahan Soeharto banyak berutang. Anehnya, rakyat di luar Pulau Jawa justru senang. Kenapa? Karena petani karet, sawit, dan cokelat yang tadinya dapat Rp 3 ribu per 1 dolar AS, jadi Rp 15 ribu per dolarnya. Bedanya, saat ini seluruh masyarakat mengalami kesulitan.

Baca juga : Rionny Mainaky: Prestasi Pemain Indonesia Cukup Baik

Eks menko maritim ini menganggap kondisi ekonomi sekarang lebih buruk ketimbang krisis 1998. Ada dua faktor yang mengakibatkan krisis saat ini. Pertama, persoalan utang. “Kita sudah sampai pada titik di mana untuk bayar bunga utang, harus berutang lagi,” sesalnya.

Kedua, pertumbuhan kredit, September 2020 tumbuh negatif. Dari Januari-September pertumbuhan kredit hanya berkisar di angka 3 persen. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya sejak 1998. Biasanya pertumbuhan kredit sebesar 15 sampai 18 persen. Kalau pertumbuhan ekonominya 6 persen,” ulas Rizal.

Soal hukum, juga tidak baik-baik saja. Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis memandang potret hukum di negara ini layaknya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Tebang pilih masih terjadi di sejumlah kasus. Terbaru penindakan Muhammad Rizieq Shihab, tapi tidak dengan Raffi Ahmad.

Baca juga : Siang Ini, Dua Wakil Indonesia Siap Tempur Di Partai Puncak Thailand Open

“Itu semua menandai dunia hukum kita seperti Bantargebang. Ini adalah refleksi dari output politik. Sebenarnya soal hukum ini kecil. Tapi karena politiknya jorok, ya ini hasilnya. Prinsip hukumnya kecil banget. Tapi itu menjadi busuk karena politiknya,” ulas Margarito, tadi malam. Jika ingin membenahi kondisi ini, tentu penegak hukumnya harus memahami hukum.

Di dunia maya, netizen rame-rame menyampaikan harapan agar Indonesia segera bebas dari bencana. “Ya Tuhan... Tolonglah mereka yang sedang dilanda bencana.. Mari kita berdoa agar negeri ini selalu jauh dari bencana,” ujar akun @rudolphomire1.

“Turut berduka atas bencana di negeri kita. Semoga semua selalu dalam lindungan Allah. Aamiin,” timpal akun @alfamaret12. “Negeri kita tercinta sedang mengalami bencana dan musibah di berbagai tempat. Mari kita bantu dan doakan saudara-saudara kita,” kata akun @pinalusahamid05. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.