Dark/Light Mode

Apa Kabar Indonesia?

Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Selasa, 19 Januari 2021 08:08 WIB
Ilustrasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. (Foto: Mice)
Ilustrasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. (Foto: Mice)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di awal tahun ini, berbagai ujian berat datang silih berganti menghantam bangsa ini. Di saat sedang pontang-panting melawan Corona, datang musibah lain (longsor, banjir, gempa, gunung meletus) yang tak kalah mengerikan dan begitu menyedihkan. Kalau ditanya, apa kabar Indonesia? Jawabnya, Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Pandemi Corona yang melanda Indonesia sudah memasuki bulan ke-10. Belum ada tanda-tanda kapan virus asal China ini, bakal minggat. Justru penyebarannya makin menggila. Sepekan kemarin, jumlah penambahan positif Corona terus mencetak rekor tertingginya. Saat ini, jumlah warga yang positif Corona sudah mendekati angka 1 juta dengan angka kematian mencapai 26 ribu jiwa.

Di saat negara lagi disibukkan dengan Corona, Sabtu (9/1) sore, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di Kepulauan Seribu. Hingga kemarin, proses evakuasi terhadap 62 penumpang masih dilakukan Tim SAR gabungan di bawah komando Basarnas.

Berita Terkait : Tobat...Tobat...

Di waktu yang sama, terjadi musibah tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1). Hingga kemarin, tercatat korban meninggal dunia berjumlah 36 orang. Tim SAR masih mencari 4 korban lagi yang diduga masih tertimbun dalam longsoran tanah.

Belum kelar evakuasi terhadap SJ182 dan tanah longsor, datang lagi musibah yang lain. 10 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, dilanda banjir. 15 orang meninggal dunia, 24 ribuan rumah terendam, dan puluhan ribu orang harus mengungsi. Banjir terjadi sejak Selasa (12/1) dan sampai sekarang sebagian wilayah masih tergenang air.

Di Sulawesi Barat, dua kabupaten yakni Mamuju dan Majene, dihantam gempa bumi 6,2 Magnitudo pada Jumat (15/1) dini hari. Sampai kemarin, tercatat 84 orang meninggal dunia, 73 orang di Mamuju dan 11 orang di Majene. Kerugian material antara lain 1.150 unit rumah rusak, 15 unit sekolah terdampak, dan masih dalam proses pendataan.

Berita Terkait : Petugas Damkar Kepulauan Seribu Temukan Serpihan Diduga Pesawat Sriwijaya Air

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), ada 136 peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia. Musibah itu didominasi banjir dengan 95 kejadian, tanah longsor 25 kali, puting beliung 12, gempa bumi dan gelombang pasang masing-masing 2 kali. Korbannya juga tidak sedikit. Setidaknya 80 orang meninggal dunia, 858 luka-luka, dan 405.584 terdampak.

BNPB juga mencatat salah satu wilayah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan terendam banjir. Begitu juga di Cirebon, Jawa Barat, ratusan rumah terendam akibat meluapnya air sungai. Di Maluku Utara, sedikitnya 2.863 orang mengungsi akibat banjir. Banjir dan tanah longsor juga menerjang Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (16/1). Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Tikala, Paal Dua, Malalayang, Sario, Bunaken, Tuminting, Mapanget, Singkil, dan Wenang. Tercatat 6 orang meninggal, dan 500 warga harus mengungsi.

Selain banjir, tanah longsor dan gempa bumi, dua gunung berapi juga mulai batuk-batuk. Pertama, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengeluarkan guguran awan panas sejauh 4,5 kilometer, Sabtu (16/1). Kedua, Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, menyemburkan debu setinggi lebih kurang 500 meter, Minggu (17/1).

Berita Terkait : PMI Siagakan Personel Dan Peralatan Bantu Evakuasi Sriwijaya Air

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memprediksi, sejumlah bencana yang muncul ini dikarenakan masyarakat abai terhadap lingkungan.

“Sebenarnya, kalau kita tidak reaktif, bencana yang kemarin terjadi di Sulawesi Barat, lalu di Kalimantan Selatan karena banjir bandang, bisa di-minimize (diperkecil),” kata Mega, saat rapat DPP PDIP secara daring, kemarin.
 Selanjutnya