Dark/Light Mode

Sebut Ada Delay Data, Satgas Covid-19: Kasus Harian Jadi Kelihatan Tinggi

Selasa, 19 Januari 2021 19:27 WIB
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Ist)
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengungkapkan adanya keterlambatan integrasi data Covid-19 dari daerah ke pusat. Akibatnya, angka kenaikan kasus harian nampak menjadi lebih tinggi.

"Kenaikan tambahan kasus harian sangat tinggi, bahkan tertinggi sejak Covid-19 pertama kali masuk. Salah satunya disebabkan verifikasi data terlambat masuk," ujar Wiku dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/1).

Berita Terkait : Pilih Milenial Jangan Asal

Wiku menerangkan, tambahan kasus harian pada pekan terakhir hingga mencapai 14.000 orang. Daerah yang paling berkontribusi adalah Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Menurutnya, keterlambatan integrasi data menyebabkan pelaporan data menumpuk. "Pemerintah terus berupaya memperbaiki ini. Kementerian Kesehatan tengah memilah data yang masuk 11 sampai 17 Januari dan data yang terlambat masuk dari minggu-minggu sebelumnya," ungkap Wiku.

Berita Terkait : Pasien Covid-19 Butuh Dukungan, Bukan Cacian

Dikatakannya, Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah akan terus memperbaiki integrasi data Covid-19 sehingga mengurangi celah dan keterlambatan data pusat dan daerah.

"Saya minta ke depan tidak ada lagi toleransi terhadap delay atau keterlambatan data, karena ini sangat krusial dalam pengambilan keputusan," tegasnya.

Berita Terkait : Penerima Vaksin Covid Pertama Di Papua Pilih Nyuntik Sendiri

Jika data tidak realtime, lanjut Wiku, maka kebijakan yang dikeluarkan menjadi tidak tepat waktu, sehingga tidak efektif. Meski demikian, Wiku tetap mengajak semua pihak terus waspada dengan tetap patuh pada protokol kesehatan. Karena pandemi Corona belum usai. [FAQ]