Dark/Light Mode

Satgas Dorong Daerah Merah-Oranye Perbaiki Strategi Agar Jadi Zona Hijau

Rabu, 20 Januari 2021 21:25 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Foto: Twitter BNPB)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Foto: Twitter BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan peta zonasi risiko pada pekan ini cukup mengkhawatirkan. Penambahan jumlah daerah yang masuk zona merah atau risiko tinggi cukup drastis. Yakni menjadi 108 kabupaten/kota, dari pekan lalu sebanyak 70 kabupaten/kota. 

"Apabila kita lihat peta (zonasi), hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19, di Gedung BNPB, Selasa (19/1), seperti dikutip bnpb.go.id.

Berita Terkait : Kembali Merata, 108 Kabupaten Dan Kota Zona Merah Covid-19

Hal yang sangat disayangkan, ada 15 kabupaten yang sebelumnya tidak pernah masuk zona merah, kini berada di zona merah. Yaitu, Madiun, Magetan, Ponorogo, Lampung Barat, Lampung Utara, Pringsewu, Bima, Dompu, Manggarai Barat, Morowali Utara, Poso, Sigi, Tojo Una-Una, dan Tolitoli. 

"Jangan sampai di minggu selanjutnya, angka zona merah terus bertambah. Kita tidak mau zona merah mendominasi warna di peta zonasi risiko. Ingatlah, jangan salah fokus, upaya yang harus kita lakukan bersama adalah menurunkan angka di zona oranye untuk pindah ke zona kuning atau hijau, bukan untuk pindah ke zona merah," pinta Wiku. 

Berita Terkait : Positif Covid-19, Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

Melihat zona oranye atau risiko sedang, jumlahnya menurun dari 374 menjadi 347 kabupaten/kota. Lalu, pada zona kuning atau risiko rendah, jumlahnya pun turun dari 56 menjadi 45 kabupaten/kota. Sementara, pada zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya tetap yakni 10 kabupaten/kota dan zona hijau tidak terdampak jumlahnya tetap yakni 4 kabupaten/kota. 

Jika melihat pergeseran peta zonasi, pada pekan ini, ternyata ada 52 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah. Untuk itu, kepala daerah pada 52 kabupaten/kota ini diminta berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di pusat dan Kementerian Kesehatan jika ada kendala atau mengkoordinasikan kebutuhan yang dapat mendukung upaya peningkatan upaya penanganan Covid-19. 

Berita Terkait : `5 Siap` Jadi Syarat Belajar Tatap Muka

"Mohon keadaan ini dijadikan refleksi penanganan Covid-19. Jika perkembangan menunjukkan ke arah yang tidak diharapkan, itu artinya kita perlu memperbaiki strategi, cara, dan upaya penanganan supaya bisa berhasil. Jangan berpuas diri pada upaya penanganan yang belum maksimal," pesan Wiku. 

Wiku menambahkan, masyarakat dapat membantu menekan penularan dengan cara tetap di rumah saja, tidak bepergian jika tidak mendesak, selalu menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Meski masyarakat mungkin jenuh, disiplin protokol kesehatan satu-satunya cara efektif mencegah penularan. [USU]