Dark/Light Mode

Mulus Jadi Kapolri

Listyo Tawarkan Kebaruan

Kamis, 21 Januari 2021 07:40 WIB
Kapolri Jenderal Idham Aziz (kanan) memberi hormat kepada calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin. (Foto: Dok. DPR RI)
Kapolri Jenderal Idham Aziz (kanan) memberi hormat kepada calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komjen Listyo Sigit Prabowo mulus jadi Kapolri. Komisi III DPR yang bertugas melakukan uji kelayakan, kompak mendukung pria yang saat ini menjabat Kabareskrim itu, menjadi pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun. Yang menggembirakan, Listyo menawarkan kebaruan di tubuh korps baju coklat itu.

Listyo tiba di Gedung DPR sekitar pukul 09.55 WIB. Dia tidak datang sendiri. Beberapa jenderal ikut menemaninya. Kapolri Idham Azis juga ikut mengantar penerusnya itu.

Listyo dan rombongan pun langsung menuju ruang Komisi III DPR. Sesampainya di sana, keduanya disambut anggota komisi III yang sudah menunggu. Idham dan Listyo memberikan hormat. Mereka pun berbincang-bincang sebentar dengan anggota DPR.

Berita Terkait : NasDem Minta Listyo Kuatkan Peran Strategis Polwan

Melihat tamunya sudah datang, Komisi III DPR pun memulai rapat sekitar pukul 10.04 WIB. Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPR, Herman Herry. Setelah memberikan pembukaan, Herman mempersilakan Listyo untuk memaparkan arah kebijakannya.

Membuka pemaparannya, Listyo memperkenalkan yang mendampinginya dalam fit and proper test.

“Yang hadir mendampingi kami ini susunannya adalah urutan senior, Pak. Mulai dari 87, 88, 89, 90, kami sendiri 91 beserta leting kami, dan adik-adik kami. Jadi mohon izin melaporkan, bahwa saat ini Polri solid, Pak,” kata Listyo, yang disambut tepuk tangan anggota Komisi III DPR.

Berita Terkait : Senayan Harap Kapolri Baru Ubah Paradigma Kepolisian

Tampak ada beberapa jenderal yang mendampingi Listyo. Mereka adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabarhankam Polri Komjen Agus Andrianto, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto, Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Panca Putra dan Brigjen Ida Utari.

Listyo lalu melanjutkan paparannya. Menurut dia, ke depan, tidak boleh lagi ada hukum yang tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. “Tak boleh lagi ada kasus seperti Nenek Minah yang mencuri kakao dan diproses hukum,” katanya.

Nenek Minah adalah seorang perempuan asal Banyumas, Jawa Tengah. Dia dihukum 1 bulan 15 hari penjara pada 2009 karena mencuri tiga buah kakao dari perkebunan di dekat rumahnya. Kasus nenek Minah sempat menjadi sorotan masyarakat.
 Selanjutnya