Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Juru Bicara Vaksinasi Covid 19 Siti Nadia Tarmizi menyatakan, vaksinasi untuk orang usia di atas 60 tahun merupakan komitmen pemerintah untuk melindungi khususnya kelompok atau populasi yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi.
“Dengan pelaksanaan vaksi nasi ini akan ada sekitar 11 ribu tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun yang bisa kebal yang kita berikan perlindungan,” terang Nadia.
Baca juga : Sasar Generasi Muda, Blibli Gandeng Park Seo Jun
Pemberian vaksin lansia tahap kedua akan dilakukan 28 hari setelah pemberian vaksin pertama. Sebelumnya, BPOM menerbitkan izin penggunaan EUA vaksin Covid-19 buatan Sinovac dengan pertimbangan angka kematian lansia yang relatif tinggi.
Meski izin dikeluarkan, Kepala BPOM Penny Lukito tetap mengingatkan, vaksinasi terhadap lansia harus dilakukan dengan hatihati. “Mengingat bahwa populasi lansia meru pakan populasi berisiko tinggi, maka pemberian vaksin ini juga harus dilakukan secara hatihati,” imbaunya.
Baca juga : BPOM Sudah Oke, Vaksinasi Lansia Akan Dimulai Hari Ini
Penny bilang, lansia cenderung memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Hal ini mesti diperhatikan sebelum pemberian vaksin. Proses screening penting dilakukan sebelum dokter memutuskan memberikan persetujuan vaksinasi. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya