Dark/Light Mode

Dubes RI Untuk Korsel Berbagi Pengembangan UMKM Ala Negeri K-pop

Jumat, 16 Oktober 2020 16:48 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi
Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekarang, siapa yang tidak pernah mendengar istilah K-pop dan K-drama. Korea Selatan (Korsel) dengan mudahnya menjual produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) keluar negeri berkat budaya popnya yang mendunia itu.

Menurut Duta Besar (Dubes) RI untuk Korea Selatan Umar Hadi, lewat popularitas K-pop dan K-drama, Korea dapat memasarkan produknya secara global.

"Ini sangat membantu meningkatkan ekspor produk-produk Korea Selatan," terang Umar, dalam webinar berjudul Core: Kreativitas dan UMKM Ala Korea Selatan, Rabu (14/10).

Berita Terkait : Terbukti Bisa Tumbuh Dan Berumbi, Kementan Dorong Pengembangan Bawang Bombai Di Dalam Negeri

Menurutnya, sejak 2000-an, apa saja yang terkait Korea sangat digemari. "Mereka sudah nggak main industri manufaktur lagi. Mereka sudah masuk ke sektor jasa, industri kreatif dan digitalisasi," sambung Dubes yang mendapat penghargaan 2018 Best Ambassador Award dari Korsel tersebut.

Berkat popularitas K-pop dan K-drama, Korsel, UKM di Negeri Ginseng itu cukup menempelkan istilah 'K' pada produk masing-masing. Tak lama kemudian produknya laris manis.

"Teorinya, ketika seseorang sudah tertarik dengan budaya pop Korea, dia akan berusaha memiliki merchandise atau barang yang berkaitan dengan idolanya," tutur Dubes yang pernah menjadi Wakil Dubes RI di Den Haag, Belanda itu.

Baca Juga : Menko Polhukam: Yang Nggak Anarkis, Nggak Bakal Ditangkap

Tidak sampai di situ saja, kata Umar, jika konsumen sudah masuk gelombang budaya pop Korea, istilahnya Korean Wave, maka seseorang tersebut akan tertarik untuk mengenal budaya Korsel lebih jauh, termasuk produk-produk kreatifnya.

"Berikutnya, orang tersebut akan merasa dekat dan berkeinginan membeli produk-produk dari industri Korsel. Misalnya, mau beli hp, belinya Samsung. Mobil, belinya Hyundai," beber mantan Konsul Jenderal RI di Los Angeles itu.

Strategi yang dilakukan Pemerintah Korsel ini, kata Umar, dinilai efektif mendorong perekonomian negara tersebut. "Branding dengan 'K' ini sangat luar biasa. Ini patut kita pelajari dan contoh," simpulnya.

Baca Juga : Wamendes: Program Transmigrasi Sukses Bentuk 2 Provinsi Dan 104 Kabupaten Baru

Kemudian, Umar mengingatkan hal yang mendasar. Mengenai para pelaku usaha Korsel ketika memulai bisnis memang sudah memikirkan untuk bisa memasarkan produk hingga kancah global. Bukan hanya lokal. Sebab itu, kualitas produknya memang dibuat sesuai standar internasional.

"Ini penting, supaya kualitas produknya terus-menerus terjaga. Sehingga kompetitif di pasar global. Bukan hanya lokal," tandasnya. [DAY]