Dark/Light Mode

Gelar Webinar, FSP Unhan Redam Disinformasi Pandemi Covid-19

Rabu, 3 Maret 2021 17:25 WIB
Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian (Foto: Istimewa)
Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Universitas Pertahanan (Unhan) menggelar webinar bertajuk “Redam Disinformasi Pandemi Covid-19 dalam Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh”, Rabu (3/3). Webinar dibuka langsung Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian. Webinar dihadiri Pejabat Eselon I, II dan III Unhan, mahasiswa Unhan, serta para dosen di lingkungan Unhan serta undangan lainnya.

Para narasumber yang mengisi webinar ini merupakan tokoh-tokoh jempolan. Pertama, Ketua Ahli Epidemiologi Indonesia Hariadi Wibisono, yang membawakan topik “Pemetaan Pandemi Covid-19 dan Penyebarannya”. Kedua, Dosen Unhan Mayjen TNI (Purn) Puguh Santoso, yang membawakan topik “Best Practice Keamanan Nasional Dengan Segala Permasalahannya Menghadapi Pandemi Covid-19”. Ketiga, Dosen Unhan Susaningtyas Kertopati, dengan topik “Analisis Intelijen Terhadap Ancaman Disinformasi Covid-19 di Indonesia”. Keempat, Asisten Senior Stafsus Menkominfo Bidang Digital dan SDM Airin Rachma, dengan topik “Literasi Digital dan Siber kepada Masyarakat di Era Pandemi Covid-19”. 

Baca juga : Hari Ke-2 Mitigasi Banjir, 4,4 Ton Garam Disemai Lagi Di Udara

Dalam sambutannya, Amarulla mengatakan, pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. 

“Dalam implementasinya, pertahanan negara mengacu pada sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman dalam rangka mewujudkan tujuan nasional,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (3/3).

Baca juga : Gelar Pernikahan Di Tengah Pandemi

Amarulla melanjutkan, sejalan perkembangan lingkungan strategis pada tataran global, regional, dan nasional yang semakin dinamis dan kompleks, telah memunculkan ancaman khususnya ancaman non militer dan peluang bagi kepentingan nasional Indonesia yaitu pandemi Covid-19 yang tidak dapat diprediksi sampai kapan akan berakhir. Berbagai upaya dan cara telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya melalui vaksinasi secara nasional. Namun, seiring waktu berjalan, muncul ancaman non militer lainnya yang merebak di tengah-tengah masyarakat berupa disinformasi sebagai dampak dari lahirnya revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0 yang ditandai dengan kondisi mudah bergejolak (volatility).

Dalam mendukung visi dan misi pemerintah di bidang pertahanan yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong, Amarulla mengajak peserta seminar untuk dapat mengikuti dengan seksama dan memberikan masukan sebagai salah satu alternatif solusi dalam meredam disinformasi pandemi Covid-19 melalui pengelolaan sumber daya nasional yang sinergik dan terintegrasi untuk pertahanan negara yang tangguh. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.