Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tak Perlu Takut Efek Samping Vaksin
Dokter Pastikan Sinovac Aman
Sabtu, 6 Maret 2021 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air sudah berjalan hampir tiga bulan. Sudah lebih dari 2 juta orang menerima suntikan vaksin. Meski begitu, masih ada saja masyarakat yang takut. Tenang, vaksin dijamin aman kok.
Dokter Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Muhammadiyah Command Centre, Corona Rintawan memastikan, vaksin Sinovac yang digunakan pemerintah sudah melalui tahap pemeriksaan atau uji klinis. Hingga kini, vaksin ini sudah disuntikkan kepada sekitar 2,2 juta orang. Hasilnya, tidak ada yang merasakan efek samping mengkhawatirkan.
“Masyarakat biasanya takut menerima suntik vaksin
karena khawatir efek samping yang mengerikan. Padahal, efek samping yang ada juga sangat ringan,” ujar rintawan, dalam diskusi virtual, kemarin.
Baca juga : Menristek Harap Harga Vaksin Merah Putih Hanya Rp 72 Ribu
Malah, sambungnya, banyak orang yang hampir tidak merasa mengalami gejala atau efek apapun usai disuntik vaksin asal China itu. Ketakutan ini merupakan asumsi personal. Bukan dari para ahli maupun dokter. Asumsi personal itu kemudian disebarkan ke media so sial (medsos) dan mempengaruhi masyarakat. Kadang, dibumbui dengan berita atau informasi bohong.
“Ada yang dapat informasi hoaks dari WhatsApp grup, ada video, caption-nya ditulis, akibat suntik kejang-kejang ada yang meninggal,” bebernya.
Rintawan membeberkan, sejak program vaksinasi dimulai, dirinya banyak menerima pertanyaan via WhatsApp tentang efek samping vaksin. Menurutnya, hal itu sudah tepat. Jika ada informasi soal vaksin yang membuat ragu, masyarakat sebaiknya memang menanyakannya kepada dokter yang berpengalaman.
“Atau, bisa juga bertanya kepada jaringan komunitas, seperti komunitas-komunitas yang semangat dengan sukarela ikut menangani Covid-19,” imbuhnya.
Baca juga : Holding UMi Percepat Pemulihan Ekonomi...
Jangan sampai, masyarakat mencari informasi sembarangan. Misalnya, dengan browsing di website atau channel yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain karena khawatir terhadap keamanan vaksin, ada juga masyarakat yang tidak mau divaksinasi karena takut disuntik.
“Biasanya orang takut disuntik cari alasannya macam- macam,” ucap rintawan sambil terkekeh.
Beberapa hari lalu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir juga sudah menjalani vaksinasi Covid-19 di rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Dia disuntik Sinovac bersama istrinya yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini. Vaksinasi ini di bawah komando langsung Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr Mohammad komarudin.
Baca juga : Wapres: Yang Anti Vaksin Makin Sedikit
Usai menerima vaksin, Haedar menyerukan warga Muhammadiyah untuk turut menjalani vaksinasi. Hal ini disebutnya sebagai ikhtiar atas dasar ilmu pengetahuan dalam melawan pandemi Corona.
“Vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar kita sebagai manusia, yang berdasarkan ilmu pengetahuan, sebagai usaha untuk mengatasi wabah Covid-19,” tegasnya. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya