Dark/Light Mode

Tak Perlu Takut Efek Samping Vaksin

Dokter Pastikan Sinovac Aman

Sabtu, 6 Maret 2021 07:00 WIB
Vaksin Corona. (Foto: ist)
Vaksin Corona. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air sudah berjalan hampir tiga bulan. Sudah lebih dari 2 juta orang menerima suntikan vaksin. Meski begitu, masih ada saja masyarakat yang takut. Tenang, vaksin dijamin aman kok.

Dokter Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Muhammadiyah Command Centre, Corona Rintawan memastikan, vaksin Sinovac yang digunakan pemerintah sudah melalui tahap pemeriksaan atau uji klinis. Hingga kini, vaksin ini sudah disuntikkan kepada sekitar 2,2 juta orang. Hasilnya, tidak ada yang merasakan efek samping mengkhawatirkan.

“Masyarakat biasanya takut menerima suntik vaksin

karena khawatir efek samping yang mengerikan. Padahal, efek samping yang ada juga sangat ringan,” ujar rintawan, dalam diskusi virtual, kemarin.

Berita Terkait : Pengusaha: Vaksinasi Jadi Semangat Bangkitkan Perekonomian Nasional

Malah, sambungnya, banyak orang yang hampir tidak merasa mengalami gejala atau efek apapun usai disuntik vaksin asal China itu. Ketakutan ini merupakan asumsi personal. Bukan dari para ahli maupun dokter. Asumsi personal itu kemudian disebarkan ke media so sial (medsos) dan mempengaruhi masyarakat. Kadang, dibumbui dengan berita atau informasi bohong.

“Ada yang dapat informasi hoaks dari WhatsApp grup, ada video, caption-nya ditulis, akibat suntik kejang-kejang ada yang meninggal,” bebernya.

Rintawan membeberkan, sejak program vaksinasi dimulai, dirinya banyak menerima pertanyaan via WhatsApp tentang efek samping vaksin. Menurutnya, hal itu sudah tepat. Jika ada informasi soal vaksin yang membuat ragu, masyarakat sebaiknya memang menanyakannya kepada dokter yang berpengalaman.

“Atau, bisa juga bertanya kepada jaringan komunitas, seperti komunitas-komunitas yang semangat dengan sukarela ikut menangani Covid-19,” imbuhnya.

Berita Terkait : Siap-siap, Vaksin Sputnik Bakal Masuk Indonesia

Jangan sampai, masyarakat mencari informasi sembarangan. Misalnya, dengan browsing di website atau channel yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain karena khawatir terhadap keamanan vaksin, ada juga masyarakat yang tidak mau divaksinasi karena takut disuntik.

“Biasanya orang takut disuntik cari alasannya macam- macam,” ucap rintawan sambil terkekeh.

Beberapa hari lalu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir juga sudah menjalani vaksinasi Covid-19 di rumah Sakit PKU

Muhammadiyah Yogyakarta. Dia disuntik Sinovac bersama istrinya yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini. Vaksinasi ini di bawah komando langsung Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr Mohammad komarudin.

Berita Terkait : Vaksin Gotong Royong Banjir Peminat

Usai menerima vaksin, Haedar menyerukan warga Muhammadiyah untuk turut menjalani vaksinasi. Hal ini disebutnya sebagai ikhtiar atas dasar ilmu pengetahuan dalam melawan pandemi Corona.

“Vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar kita sebagai manusia, yang berdasarkan ilmu pengetahuan, sebagai usaha untuk mengatasi wabah Covid-19,” tegasnya. [JAR]