Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menteri Halim: Hadapi Corona, Indonesia Tahan Banting

Minggu, 7 Maret 2021 09:45 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar dalam acara Meet and Greet Pemulihan Ekonomi Desa Wisata dan Strategi Keberlanjutan, di Hotel Taman Dayu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (5/3). (Foto : Foto Humas Kemendes PDTT).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar dalam acara Meet and Greet Pemulihan Ekonomi Desa Wisata dan Strategi Keberlanjutan, di Hotel Taman Dayu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (5/3). (Foto : Foto Humas Kemendes PDTT).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT ) Abdul Halim Iskandar menyebut, Indonesia harus bersyukur. Sebab, basis desa membantu negara ini bertahan dari berbagai resesi. Termasuk, dalam kondisi pandemi Covid-19.

Halim bilang, dibandingkan negara-negara ASEA N lain, Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi dalam menghadapi pandemi virus Corona.

“Hampir setiap resesi dunia Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi dalam berbagai resesi yang pernah terjadi, termasuk hari ini,” ujar Halim, dalam acara Meet and Greet Pemulihan Ekonomi Desa Wisata dan Strategi Keberlanjutan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kemarin.

Berita Terkait : Siti Rumende Harahap Ikut Vaksinasi Corona

Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Bupati Pasuruan A Mujib Imron, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur, perwakilan Sampoerna, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala desa serta pegiat Desa Wisata.

Indonesia bisa lebih kuat, jelas Halim, salah satunya karena Indonesia memiliki basis desa. Meski begitu, hanya sektor pertanian saja yang tidak mengalami minus. Semua sektor, terhantam pandemi. Termasuk, pariwisata. Halim pun mendorong Desa Wisata untuk berpromosi lewat media sosial (medsos) agar mendongkrak kembali sektor tersebut.

Menteri asal PKB itu menyebut, pemasaran wisata dengan online dan teknologi digital itu penting. Banyak sekali daerah-daerah wisata yang menjadi perhatian mampu mengekspos sesuatu yang aneh di media sosial dan akhirnya jadi viral. “Makanya mengelola desa wisata itu yang kreatif, bikin yang aneh-aneh,” imbau Halim yang akrab disapa Gus Menteri itu.

Berita Terkait : BKS Dan Doni Imbau Sekolah Konsisten Terapkan Prokes

Meski begitu, dia juga tetap meminta pengelola Desa Wisata menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat agar tidak menimbulkan kluster Corona baru.

Halim menambahkan, model pentahelix sangat penting dilakukan sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa.

Menurut peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta ini, melalui pendampingan, baik pendampingan di desa wisata maupun berbagai unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari pihak-pihak lain sangat efektif untuk pemerataan ekonomi di desa.

Berita Terkait : Kini, PPKM Mikro Diperluas Ke Sumut, Sulsel Dan Kaltim

“Ini sangat penting, karena memang kondisi seperti ini hanya satu hal yang bisa kita lakukan dengan model pentahelix. Semua harus kerja bareng, satu visi dan satu misi untuk memulihkan ekonomi nasional,” terangnya.

Di samping terus melakukan upaya untuk menahan penyebaran Covid-19, upaya-upaya pemulihan ekonomi juga harus dilakukan. “Jangan sampai penyebaran Covid-19 naik. Di sisi lain ekonomi harus digenjot,” tegasnya. [DIR]