Dark/Light Mode

Korban Meninggal Banjir NTT 117 Orang

Sabar Ya, Pak Jokowi Segera Datang

Rabu, 7 April 2021 07:42 WIB
Puing-puing berserakan, jalan ketutup tanah, dan rumah-rumah rusak berat. Inilah kondisi terbaru wilayah Adonara Timur, NTT, usai diterjang dahsyatnya banjir bandang. (Foto: Antara)
Puing-puing berserakan, jalan ketutup tanah, dan rumah-rumah rusak berat. Inilah kondisi terbaru wilayah Adonara Timur, NTT, usai diterjang dahsyatnya banjir bandang. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah korban banjir dan tanah longsor yang meninggal di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Sampai kemarin, sudah 117 orang. Presiden Jokowi merasakan betul penderitaan saudara-saudara kita di NTT. Untuk menguatkan mereka, dalam waktu dekat Kepala Negara akan berkunjung ke NTT.

Banjir dan tanah longsor di NTT sudah mulai reda. Namun, kerusakan parah tidak bisa dihindarkan. Pemandangan rumah roboh, genangan air, dan endapan lumpur, ada di mana-mana. Pohon dan tiang listrik bertumbangan, juga terlihat di berbagai sisi. Listrik di sebagian besar daerah juga, masih padam. 

Hingga kemarin, menurut laporan PLN, baru 359 gardu listrik yang berhasil dipulihkan. Dari 2.410 gardu yang diterjang bencana akibat badai Siklon Tropis Seroja itu.

Baca juga : Jokowi Minta Banjir Bandang Di NTT Dan NTB Segera Ditangani

Pemandangan lain, antrean masih mengular di beberapa tempat pengisian BBM. Begitu pula di mesin-mesin ATM. Jaringan komunikasi dan internet belum stabil. Air PDAM masih keruh.

Pemerintah sudah memberikan perhatian khusus untuk penanganan ini. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Menteri Sosial Tri Rismaharini sudah mendarat di NTT, untuk memimpin langsung tim dalam penanganan korban.

Untuk membantu korban bencana ini, dapur-dapur umum mulai berdiri di beberapa lokasi. Mobil box warna biru berlogo Kementerian Sosial (Kemensos) membawa logistik terparkir di sana. Doni sudah stand-by sejak Senin (5/4) di NTT, memantau langsung penanganan bencana ini. Termasuk melihat dapur umum.

Baca juga : Banjir Di Lembata NTT Tewaskan 11 Orang, 16 Hilang

Sementara Risma, baru mendarat kemarin. Setelah, sehari sebelumnya mantan Wali Kota Surabaya ini berjibaku mengkoordinasikan bantuan di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang juga dihantam banjir.

Jokowi, memang masih di Jakarta. Tapi, pikirannya terus ke NTT dan NTB. Dari Istana, ia menelepon dan mengkoordinir seluruh anak buahnya untuk membantu penanganan bencana akibat cuaca ekstrem di timur Indonesia itu.

Jokowi juga menggelar Rapat Terbatas (Ratas) secara virtual dari Istana Merdeka, membahas penanganan bencana di NTT dan NTB. Dalam Ratas tersebut, dua gubernur dan sejumlah bupati yang daerahnya terdampak, hadir secara virtual.

Baca juga : Jangan Sampai Ada PSU Lagi Di Pilkada Kalimantan Selatan

Dalam Ratas yang juga dihadiri Wapres Ma'ruf Amin itu, Jokowi secara taktis memberi empat instruksi penting. Pertama, percepat proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban yang belum ditemukan. "Ini saya minta Kepala BNPB, Kepala Basarnas, dibantu dengan Panglima TNI dan Kapolri dengan seluruh jajarannya," perintahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.