Dark/Light Mode

Nahan Tangis, Eks Komandan KRI Nanggala-402 Bantah Tak Diperhatikan AL

Selasa, 4 Mei 2021 15:25 WIB
Mantan Komandan KRI Nanggala-402 yang juga Dansatsel Koarmada II Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa (kedua kiri) dalam konferensi pers di RS TNI AL Mintohardjo, Jakarta, Selasa (4/5). (Foto: Antara)
Mantan Komandan KRI Nanggala-402 yang juga Dansatsel Koarmada II Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa (kedua kiri) dalam konferensi pers di RS TNI AL Mintohardjo, Jakarta, Selasa (4/5). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menahan tangis, mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa mengklarifikasi aneka pemberitaan tentang kondisinya.

Adik kandung mantan Kapolda Jawa Barat Irjen (Purn) Anton Charliyan itu dikabarkan sakit parah karena terkena radiasi serbuk besi kapal selam, hingga tak bisa bicara dan tak mampu beraktivitas. 

"Pertama, saya ingin mengklarifikasi tentang kondisi saya, yang terbaring sakit. Tidak bisa berbicara, hanya bisa di tempat tidur. Kalau dikatakan sakit, saya masih bisa beraktivitas biarpun terbatas. Saya berangkat dari Tasikmalaya, tidak pakai ambulans. Saya pakai kendaraan sendiri, datang ke Jakarta. Bukan atas perintah pimpinan. Saya memang sedang ikhtiar kesehatan untuk saya pribadi," jelas Iwa dalam konferensi pers di RS TNI AL Mintohardjo, Jakarta, Selasa (4/5).

Baca Juga : Larangan Mudik Lebaran, Pelni Alihfungsikan Kapal Penumpang

Dengan suara serak menahan tangis, mantan Komandan Kapal Selam KRI Nanggala-402 dan Satuan Kapal Selam Koarmabar II TNI AL ini pun melanjutkan klarifikasinya.

Iwa membantah sakit yang dideritanya merupakan imbas dari terlalu lama bertugas di kapal selam.

"Kedua, ada isu saya kena radiasi serbuk besi kapal selam, karena terlalu lama bertugas. Saya berdinas di kapal selam sejak Letnan Dua, Letnan Satu, Kapten, Mayor bersama teman-teman saya. Kami satu bagian yang tidak terpisahkan. Kalau dikatakan lama, seandainya ada waktu, saya malah masih ingin masih berdinas di kapal selam. Karena kami mencintai satuan kami, yang menjadi kehormatan saya," ungkap Iwa.

Baca Juga : Tim Pansus Otsus Papua Serap Aspirasi Ke Jayapura

"Kalau dikaitkan dengan radiasi, kawan-kawan saya masih sehat. Karena kapal selam memang didesain oleh orang-orang yang ahli, untuk membawa personil di kedalaman laut. Insya Allah, sesuai spek kapal selam, di kedalaman laut berapa pun kita aman. Kalau masalah celaka, bukan hanya di kapal selam. Di mobil juga bisa. Kalau AC ada trouble, kan orang juga bisa mati. Meninggal. Kondisi yang saya alami ini, mungkin karena saya kurang disiplin diri. Mohon ini bisa dipahami oleh rekan-rekan media, bahwa berdinas di kapal selam itu aman," sambung alumnus Akademi Militer Angkatan Laut Tahun 1991 ini. 

Selanjutnya, Iwa mengklarifikasi gosip yang ketiga: menjual rumah pribadi untuk pengobatan.

"Saya punya rumah 2. Satu rumah dinas di Surabaya, satu lagi rumah pribadi di Tasikmalaya. Saya tidak pernah menjual apa pun, karena Angkatan Laut sudah memberikan semuanya untuk saya. Saya tidak diberikan kesulitan. Saya diberikan kemudahan. Sampai Februari lalu, saya masih diberikan obat. Tidak ada masalah. Kami mencintai Angkatan Laut. Jadi, tolong jangan dibesar-besarkan. Saya malu. Saya tidak pernah menjual rumah. Rumah yang saya tempati adalah rumah saya sendiri," pungkasnya. [UMM]