Dark/Light Mode

Sudah Negatif Covid, Tapi Kondisi Malah Memburuk Hingga Meninggal, Kok Bisa?

Selasa, 11 Mei 2021 12:08 WIB
Ilustrasi perawatan pasien Covid (Foto: Istimewa)
Ilustrasi perawatan pasien Covid (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Belakangan, muncul beberapa kasus public figure, baik di Indonesia ataupun di negara lain yang meninggal dunia. Padahal, sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 atau sudah memiliki hasil negatif PCR.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di masyarakat, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apalagi, mereka kan sudah dinyatakan sembuh. Sudah negatif Covid.

Terkait hal ini, Kandidat PhD dari Kobe University Jepang, dr. Adam Prabata menjelaskan, sebanyak 24,9 persen pasien Covid-19 yang pernah dirawat inap dan sembuh, terpaksa menjalani rawat inap ulang dalam 5 bulan karena Long Covid-19.

Baca Juga : Kementan Komitmen Tingkatkan Ekspor Sarang Burung Walet

"Pada orang yang berusia di bawah 70 tahun, risikonya 4,6 kali lebih tinggi. Sedangkan pada orang yang berusia 70 tahun ke atas, risikonya 10,5 kali lebih tinggi," kata Adam via laman Instagramnya.

Adam juga memaparkan, pasien Covid yang sudah sembuh berisiko meninggal dunia karena mengalami perburukan kondisi. Sebanyak 12,3 persen pasien Covid yang pernah dirawat inap dan sudah sembuh meninggal dunia dalam 5 bulan, karena Long Covid. 

"Risiko meninggal dunia pada pasien Covid, 7 kali lebih tinggi dibanding pasien penyakit lain yang juga dirawat inap," terangnya.

Baca Juga : Pastikan Stok Aman H-3 Lebaran, Kementan Pantau Langsung Panen Cabe Di Temanggung

Menurutnya, ada 3 penyakit yang berkontribusi terhadap memburuknya kondisi kesehatan pada pasien Covid, yang sudah sembuh. Yakni jantung (29,6 persen), penyakit jantung (4,8 persen), dan diabetes melitus (4,6 persen).

"Perburukan kondisi kesehatan pada pasien Covid yang sudah sembuh, diduga disebabkan oleh badai sitokin dan autoimun," ujar Adam.

Badai sitokin terjadi karena tubuh memunculkan respon imun yang hebat, saat menghadapi virus Covid yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan pernapasan berat, sindrom peradangan berat, kegagalan multi organ, dan kematian.
 Selanjutnya