Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Membludaknya wisatawan tidak hanya terjadi di Pantai Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Kondisi yang sama terjadi di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.
Dalam video yang viral di media sosial, Sabtu (15/5), pengunjung Pantai Pangandaran menyemut. Ada yang ramai-ramai berenang, ada yang duduk di pasar di bawah pohon, ada juga yang asyik menikmati makanan di atas tikar. Tidak ada jaga jarak. Anak-anak, orang dewasa, saling bergerombol. Yang memakai masker juga sangat sedikit.
Baca juga : Sistem Keuangan Indonesia Tetap Aman Di Tengah Pandemi, Ini Rahasianya
Pantai Pangandaran memang menjadi salah satu destinasi favorit di Jawa Barat. Setiap libur Idul Fitri, pantai di kota asal mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ini memang selalu ramai. Pengunjungnya biasanya berasal dari Bandung, Cimahi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, sampai Cilacap. Bahkan, banyak juga yang datang dari Jakarta.
Namun, karena kondisi masih pandemi, banyak yang khawatir membludaknya wisatawan di Pangandaran bisa menimbulkan gelombang Covid-19. Banyak warganet yang membandingkan kemurunan di Pangandaran dengan ritual mandi warga India di Sungai Gangga, yang menimbulkan tsunami Covid-19 di negeri Bollywood tersebut. Apalagi, jika dilihat dari video, pengunjung Pangandaran jauh lebih banyak dari masyarakat India yang melakukan ritual mandi di Sungai Gangga.
Baca juga : Guru Di Padang Minta Revisi SKB 3 Menteri, BPIP: Akan Kami Usulkan
Sekjen PSI Raja Juli Antoni ikut khawatir dengan hal ini. Makanya, dia meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mengecek kondisi di Pangandaran.
"Wilujeng boboran syiam (Selamat Lebaran), Kang @ridwankamil. Maaf lahir dan batin. Mohon dicek Kang. Saurna ieu (katanya ini) di Pangandaran. Kalau benar, mohon koordinasi dengan Bupati Pangandaran 'yang punya daerah'. Jangan sampai Pangandaran jadi Gangga. Hatur nuhun pisan Kang Gubernur," tulisnya di akun Twitter @ AntoniRaja, sambil mengunggah video kerumunan di Pangandaran. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya