Dark/Light Mode

Kasus Covid-19 Solo Membaik

Gibran Mau Bolehkan Balita Masuk Mall

Selasa, 1 Juni 2021 21:12 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: Instagram/gibran_rakabuming)
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: Instagram/gibran_rakabuming)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemkot Solo segera memperbolehkan anak di bawah lima tahun (balita) masuk mall. Hal ini dilakukan menyusul membaiknya kasus Covid-19 di Solo.

"Mengenai larangan untuk balita masuk mall, untuk masuk ke tempat-tempat wisata seperti Jurug (Taman Satwa Taru Jurug), Taman Balekambang, sudah kami cabut," kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, di Solo, Selasa (1/6), seperti dikutip Antara.

Pencabutan larangan tersebut sudah tercantum dalam Surat Edaran terbaru tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Peran Satgas Tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Solo. Meski begitu, bukan berarti balita langsung diperbolehkan masuk ke mall.

Menurut Gibran, masih butuh waktu balita dibolehkan dibawa ke dalam mall. Dirinya akan memanggil para manajemen mall di Solo terlebih untuk mematangkan kesiapan. Vaksinasi untuk para pekerja mall juga baru akan selesai pada Kamis besok.

Putra sulung Presiden Jokowi ini mengatakan, pemanggilan manajemen mall tersebut sebagai langkah koordinasi. Sebab, nantinya standar operasional prosedur (SOP) akan diperketat.

"Pada prinsipnya kami tidak ingin kegiatan warga dipersulit karena ada yang ingin mengajak anaknya ke mall. Tetapi, anak-anak balita ini lebih riskan terpapar, maka SOP kami perketat," katanya.

Salah satu yang akan diperketat adalah pengenaan masker wajah kepada setiap anak yang masuk mall. Gibran menegaskan, jika syarat tersebut tidak diikuti, balita tersebut tidak diperkenankan masuk mall.

Soal pemcahutan larangan, Gibran memastikan bukan karena permintaan warga. Pencabutan itu mempertimbangkan sejauh ini tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Solo.

"Kita lihat angka penyebaran Covid-19 Solo kan membaik. Usai Lebaran kan tidak ada lonjakan. Jadi kesehatan dijaga dan ekonomi dijaga," katanya. [USU]