Dark/Light Mode

Penyekatan Di Suramadu, 120 Orang Warga Madura Positif Covid-19

Kamis, 10 Juni 2021 21:57 WIB
Jalur Suramadu dilakukan penyekatan untuk mencegah penyebaran Corona.
Jalur Suramadu dilakukan penyekatan untuk mencegah penyebaran Corona.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi  melaporkan, sebanyak 120 orang pengendara yang melintasi pos penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Kota Surabaya dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini berdasarkan hasil tes usap PCR yang dilakukan petugas kesehatan setempat sejak Sabtu (5/6) hingga Kamis  (10/6).

Eri mengungkapkan, sejak dilakukan penyekatan dan tes cepat antigen di Suramadu mulai Sabtu hingga Kamis , setidaknya sudah ada 13.735 orang pengendara yang dites usap antigen.

"Hasil rapid test (tes cepat) antigen itu, ada 13.496 orang dinyatakan negatif dan 239 warga hasilnya positif," kata Eri dikutip Antara, Kamis (10/6).

Berita Terkait : 70 Orang Pengendara Motor Postif Covid-19

Untuk tes usap PCR, lanjut Eri, hingga Kamis pukul 12.00 WIB, tercatat ada 574 orang dengan hasil 441 orang dinyatakan negatif dan 120 positif Covid-19.

"Masih ada 13 tes yang hasilnya belum keluar," katanya.

Ia mengatakan bagi warga yang hasil tes usap PCR-nya positif akan langsung dibawa ke rumah sakit penyangga sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, sedangkan yang masih menunggu hasil tes PCR diarahkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

"Rumah sakit penyangga sesuai arahan Gubernur, seperti ke RSUD dr. Soetomo dan beberapa rumah sakit lainnya," katanya.

Berita Terkait : 104 Warga Cilangkap Positif Covid-19

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan gubernur, kapolda dan pangdam untuk penyekatan di satu titik. 

Eri  memastikan siap mengikuti arahan dari Forkopimda Jatim. Sebab bagaimana pun antara Surabaya dan Madura keluarga besar yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

" Tenaga kesehatan siap di-support dan juga antigennya kita siapkan. Jadi, kami akan mengikuti saja apa arahan gubernur," katanya.

Eri juga memastikan saat ini pihaknya fokus melakukan antisipasi penularan di dalam kota dan tidak ingin ada peningkatan kasus. "Swab massal dan swab hunter di dalam kota terus kita lakukan, baik di permukiman warga maupun keramaian masyarakat," ujarnya.

Baca Juga : Ibadah Haji Batal, Menko PMK: Waktunya Terlalu Mepet

Pihaknya, terus melakukan pendataan kepada warga yang melakukan mobilitas dalam beberapa minggu terakhir, untuk mendeteksi secara dini sebaran Covid-19 di Surabaya.

"Kalau ada warga Madura yang berkunjung ke Surabaya dan sebaliknya, dilakukan tracing dan juga tes Covid-19, termasuk tesnya itu ke pasar-pasar," kata dia.

Ia pun mengajak warga Kota Surabaya selalu menerapkan protokol kesehatan dan optimistis dengan gotong royong serta bersama-sama menjaga prokes, kasus Covid-19 di Kota Surabaya bisa ditekan. "Jadi, saya minta tolong kepada warga, ayo terus menjaga protokol kesehatan, supaya tidak ada lonjakan kasus di Surabaya," ujarnya. [MFA]