Dark/Light Mode

Epidemiolog Sarankan Masyarakat Hentikan Sementara Aktivitas

Rabu, 16 Juni 2021 21:54 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Epidemiolog Masdalina Pane menyarankan masyarakat menghentikan sementara aktivitas yang tidak perlu. Lonjakan pasien yang terpapar Covid dalam 10 hari terakhir ini memiliki tingkat penularan relatif lebih tinggi dari varian yang heboh di tahun 2020.

"Covid yang berkembang saat ini merupakan varian Delta 1617.2 yang berasal dari India. Jenis ini memiliki mutasi atau penyebaran yang lebih cepat walaupun virulensi atau keganasannya relatif lebih rendah," ujarnya, di Jakarta, Rabu (16/6).

Berita Terkait : Covid Melonjak, Menag Terbitkan 3 Aturan Penting Di Rumah Ibadah

Masda menegaskan, varian inilah yang mendorong hampir empat provinsi di pulau Jawa kini menjadi zona merah kembali. Sementara itu, untuk wilayah Bali, tidak terjadi lonjakan. Namun berdasarkan temuan terakhir pada orang meninggal akibat Covid di Pulau Dewata, ternyata dia terpapar varian B.1.351 asal Afrika Selatan.

"Bedanya, yang varian dari Afrika Selatan itu virulensi atau keganasannya tinggi, namun tidak menyebar cepat. Jadi sekali orang terkena varian Afrika dalam waktu 3 hari bisa langsung meninggal," bebernya. 

Berita Terkait : Dishub DKI: Ganjil Genap Tergantung Tren Kenaikan Kasus Corona

Banyak daerah di pulau Jawa kini menjadi episentrum, seperti di Kudus, Bandung, dan Jakarta. Meskipun tidak semua daerah dalam satu provinsi yang menunjukkan gejala, lanjut Masda, namun data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, secara agregat menunjukkan DKI Jakarta mengalami kenaikan hingga mencapai 400 persen, Depok 305 persen, Bekasi 500 persen, Jateng 898 persen, dan Jabar 104 persen.
 Selanjutnya