Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Epidemiolog Sarankan Masyarakat Hentikan Sementara Aktivitas

Rabu, 16 Juni 2021 21:54 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Epidemiolog Masdalina Pane menyarankan masyarakat menghentikan sementara aktivitas yang tidak perlu. Lonjakan pasien yang terpapar Covid dalam 10 hari terakhir ini memiliki tingkat penularan relatif lebih tinggi dari varian yang heboh di tahun 2020.

"Covid yang berkembang saat ini merupakan varian Delta 1617.2 yang berasal dari India. Jenis ini memiliki mutasi atau penyebaran yang lebih cepat walaupun virulensi atau keganasannya relatif lebih rendah," ujarnya, di Jakarta, Rabu (16/6).

Baca juga : Pembangunan Ibu Kota Negara Akan Perhatikan Kearifan Lokal

Masda menegaskan, varian inilah yang mendorong hampir empat provinsi di pulau Jawa kini menjadi zona merah kembali. Sementara itu, untuk wilayah Bali, tidak terjadi lonjakan. Namun berdasarkan temuan terakhir pada orang meninggal akibat Covid di Pulau Dewata, ternyata dia terpapar varian B.1.351 asal Afrika Selatan.

"Bedanya, yang varian dari Afrika Selatan itu virulensi atau keganasannya tinggi, namun tidak menyebar cepat. Jadi sekali orang terkena varian Afrika dalam waktu 3 hari bisa langsung meninggal," bebernya. 

Baca juga : Margot Robbie Pamit Dari Medsos Sementara Waktu

Banyak daerah di pulau Jawa kini menjadi episentrum, seperti di Kudus, Bandung, dan Jakarta. Meskipun tidak semua daerah dalam satu provinsi yang menunjukkan gejala, lanjut Masda, namun data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, secara agregat menunjukkan DKI Jakarta mengalami kenaikan hingga mencapai 400 persen, Depok 305 persen, Bekasi 500 persen, Jateng 898 persen, dan Jabar 104 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.