Dark/Light Mode

Corona Ngamuk, PMI Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat

Minggu, 20 Juni 2021 10:51 WIB
Sekjen PMI Sudirman Said. (Foto: Instagram)
Sekjen PMI Sudirman Said. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Palang Merah Indonesia (PMI) mendukung pemerintah memberlakukan kebijakan apapun untuk mencegah kerumunan dan interaksi warga guna menekan penyebaran Corona. Khususnya di Pulau Jawa.

Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said mengatakan, lonjakan kasus Corona yang menyebabkan tingkat keterisian Rumah Sakit di sejumlah daerah makin tinggi. Ditambah para tenaga kesehatan kewalahan menangani pasien membuktikan bahwa kondisi penularan covid-19 di Indonesia sangat mengkhawatirkan. 

Dengan kondisi penularan yang memasuki fase darurat, kata dia, perlu dilakukan langkah tegas dan drastis dari pemerintah. Salah satunya dengan melakukan pengetatan pergerakan atau kerumunan warga. 

Berita Terkait : Pemerintah Takut Ekonomi Ambruk

Menurut Sudirman, kerumunan adalah penyebab penularan Corona yang begitu cepat. Apalagi munculnya varian baru yang meningkatkan penularan dan memperberat keparahan penyakit.

“Apapun kebijakan pemerintah, yang bertujuan mencegah kerumunan dan interaksi warga tentu akan mengurangi risiko penularan,” ujar mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu.

Dia memohon, para pemimpin masyarakat dan tokoh agama seperti NU, PGI, KWI, Muhammadiyah, Walubi dan lain-lain dapat memperkuat dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan kebijakan tersebut. 

Berita Terkait : Sudah Saatnya Anies Menarik Rem Darurat

Menurut Sudirman, akan lebih efektif bila kebijakan pengendalian interaksi dan pergerakan warga dapat dilakukan secara serentak di seluruh pulau Jawa yang cukup padat. Saat ini, lanjut dia, rem darurat seluruh Pulau Jawa harus segera ditarik sambil  melakukan tracing dan vaksinasi serentak di berbagai daerah. 

Satuan tugas Penanganan Covid-19 per Juni 18 2021 mencatat kasus covid-19 bertambah 12.900 orang dengan 290 kematian. Sedangkan total kasus aktif kini mencapai 130.096 orang. 

Terakhir, Sudirman mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemuka agama, tokoh partai politik untuk fokus bersama-sama melakukan pengendalian pandemi Corona di Indonesia. “Para politisi mari libur berpolitik dulu. Seluruh tindakan harus mengutamakan keselamatan rakyat terutama dalam penanganan Covid-19,” pungkasnya. [DIT]