Dark/Light Mode

Corona Ngamuk Lagi, Rupiah Tertekan

Rabu, 16 Juni 2021 09:46 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah kembali loyo. Rupiah dibuka pada level Rp 14.235 per dolar AS atau melemah 0,07 persen dibandingkan penutupan kemarin, Rp 14.225 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia kompak melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,02 persen, dolar Singapura melemah 0,01 persen, won Korea Selatan berkurang 0,07 persen, dan peso Filipina melemah 0,23 persen.

Berita Terkait : Kasus Corona Melonjak, Rupiah Loyo Lagi

Kemudian, rupee India turun 0,06 persen, ringgit Malaysia turun 0,04 persen, dan bath Thailand melemah 0,08 persen. Sementara, yuan China dan dolar Taiwan berhasil menguat masing-masing 0,02 persen.

Sedangkan, mata uang di negara maju tampak bergerak bervariasi di hadapan dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,01 persen, franc Swiss turun 0,10 persen, dolar Australia naik 0,03 persen, dan dolar Kanada stagnan.

Berita Terkait : Awal Pekan, Rupiah Babak Belur

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiahdipengaruhi oleh penantian pasar terhadap pengumuman hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS. Pasar juga mewaspadai kemungkinan The Fed akan memulai diskusi pengurangan pembelian obligasi AS sebagai salah satu bentuk pengetatan moneter, karena tingkat inflasi AS meningkat tajam.

Dari dalam negeri, kata dia, kenaikan kasus Covid-19 telah memicu siaga 1 di sejumlah wilayah juga memberikan tekanan ke rupiah. Peningkatan kasus Covid-19 bisa menghambat momentum pemulihan ekonomi.

Berita Terkait : Akhir Pekan, Rupiah Masih Perkasa

Dia meramal, potensi pelemahan ke kisaran Rp 14.270 dan potensi support di kisaran Rp14.200 per dolar AS. [DWI]