Dark/Light Mode

Airlangga Siapkan Program Prakerja

Pengiriman PMI Merosot 59 Persen Akibat Pandemi

Sabtu, 26 Juni 2021 07:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto. (Foto : Dok. ekon.go.id).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto. (Foto : Dok. ekon.go.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto mengungkapkan, jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada tahun 2020 menurun sebesar 59 persen. Hal ini berdampak pada penurunan remitansi sebesar 17,5 persen dibandingkan tahun 2019.

“2021 mulai mengalami kenaikan, namun jumlah penem­patan PMI masih lebih ren­dah dibanding sebelum terjadi Pandemi Covid-19,” kata Air­langga dalam keterangannya, kemarin.

Untuk memberikan perlindungan bagi PMI dan keluarganya, Airlangga sudah melakukan pertemuan dengan jajaran Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta, Kamis (24/6).

Berita Terkait : Sandi: Pengembangan Desa Wisata, Program Adalan Saat Pandemi

Perlindungan itu, papar Air­langga, meliputi pelindungan hukum, ekonomi dan sosial, baik sebelum, selama, dan setelah bekerja. Di dalamnya juga mencakup penempatan dan pemberdayaan ekonomi.

Dalam pertemuan, pihaknya bersama BP2MI membahas terkait perlunya penguatan kebijakan pelindungan PMI dan keluarga. Terutama dalam penanganan keberangkatan dan kepulangan PMI pada masa pandemi Covid-19 untuk men­dukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Concern kami adalah pada keberangkatan dan pulangnya pekerja migran. Hal ini harus termonitor dan kita juga harus bisa memprediksi, sehingga kesiapan daerah dapat ditingkat­kan,” tegas Airlangga.

Berita Terkait : Airlangga: Berkat Rekomendasi BPK, Kebijakan Ekonomi Di Masa Pandemi Jadi Makin Joss

Dia menegaskan, harus ada road map untuk membantu meningkatkan keterampilan masyarakat di daerah yang men­jadi kantong Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Salah satunya dengan melaku­kan pelatihan bagi CPMI agar dapat meningkatkan peluang sektor bekerja di luar negeri. Berdasarkan data BP2MI, ham­pir 120.000 PMI pada tahun lalu telah memanfaatkan Program Kartu Prakerja.

“Dengan upskilling mela­lui Prakerja, CPMI akan lebih berkualitas dan memiliki nilai lebih tinggi,” tutur Airlangga.

Selain memberikan program pelatihan untuk CPMI, BP2­MI dan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja telah melakukan diskusi terkait fasili­tasi pemberian pelatihan kepada purna PMI.

Berita Terkait : Setoran Dividen BUMN Ke Negara Menciut 11 Persen

BP2MI rencananya akan membuka 92 titik layanan pen­dampingan bagi purna PMI di seluruh Indonesia. Layanan pendampingan ini diharapkan dapat mendorong Purna PMI untuk mengakses Program Kartu Prakerja, sehingga purna PMI dapat memperoleh pelatihan dalam rangka I, reskilling, maupun upskilling. [NOV]