Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gairahkan Ekonomi Pulau Dewata

Sandiaga Mau Paketkan Wisata Dengan Vaksinasi

Selasa, 29 Juni 2021 05:27 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. (Foto : Istimewa).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya mencari jurus jitu untuk memulihkan kembali pariwisata Bali. Salah opsi yang kini disiapkan mempaketkan wisata dengan vaksinasi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yakin paket terse­but mendapat sambutan antusias masyarakat.

“Saya banyak WA (pesan WhatsApp) dari teman-teman. Pantauan big data masyarakat antusias dapat vaksin sekaligus berlibur,” ujar Sandi dalam Weekly Press Briefing di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Rayakan Hari Krida, Mentan Ajak Milenial Majukan Sektor Pertanian

Dia mengatakan, Guber­nur Bali I Wayan Koster telah menerbitkan surat edaran untuk mendukung program tersebut.

“Saya dapat nyatakan, suplai vaksin kita cukup. Bali dapat prioritas dari Presiden. Jadi ini tidak akan kurangi alokasi vaksin Bali sebanyak 6 juta dosis. Kita harapkan (program) selesaikan sebelum pembukaan kembali Bali (Juli 2021),” ungkapnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan, program wisata vaksin usulan Presiden Jokowi yang disampaikan saat rapat dengan dirinya dan Sandiaga.

Berita Terkait : Menparekraf Dan Mendag Puji Mega Event AFC Digelar Di Bali

Wisata vaksin ini permintaan langsung Presiden pada saat ra­pat internal,” jelas Wayan.

Sementara, Ekonom Center of Reform of Economics (CORE), Yusuf Rendy menyarankan Pemerintah memaksimalkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk memulihkan ekonomi di Bali. Realisasi belanja Pemerintah memang harus ditingkatkan.

“Pemerintah harus mengan­dalkan salah satunya dari belanja APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara),” tutur Yusuf.

Berita Terkait : Pulihkan Ekonomi, Menkeu Minta Pemda Kebut Penggunaan TKDD

Selain itu, Yusuf mendorong Pemerintah mengambil kebi­jakan lebih nendang untuk meng­gerakkan kembali pariwisata di Bali. Program Work From Bali (WFB) yang digelar beberapa waktu lalu tidak tepat digulirkan di tengah masih tingginya kasus Covid-19.

“Melihat kondisi saat ini, kenaikan kasus Covid-19 ini cu­kup curam, sudah tentu kegiatan aktivitas Work From Home men­jadi lebih penting untuk didorong dibandingkan dengan Work From Bali,” tegasnya. [NOV]