Dark/Light Mode

Jokowi Puji Pelaksanaan Vaksinasi BIN Khusus Pelajar

Rabu, 14 Juli 2021 10:17 WIB
Presiden Jokowi berdialog dengan peserta dan pelaksana vaksinasi dari rumah ke rumah, secara virtual, Rabu (14/7) pagi. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi berdialog dengan peserta dan pelaksana vaksinasi dari rumah ke rumah, secara virtual, Rabu (14/7) pagi. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para pelajar serta vaksinasi dari rumah ke rumah yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN)  secara virtual, Rabu (14/7).

Kegiatan yang dilakukan secara serentak di 14 provinsi ini ditargetkan sekitar 49 ribu peserta setiap provinsi.  

“Presiden mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan vaksinasi pagi hari ini untuk anak-anakku semuanya, baik yang di SMP maupun yang di SMA. Hari ini akan divaksinasi 49 ribu orang, 15 ribu pelajar SMP, 15 ribu pelajar SMA, dan juga nanti door-to door 19 ribu orang,” ujar Presiden dari Istana Merdeka, Jakarta.

Mantan Gubernur DKI ini menegaskan, Pemerintah terus berupaya untuk mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi agar kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi Covid-19 bisa segera tercapai. 

Pemerintah menargetkan, untuk memvaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi penduduk atau 181,5 juta jiwa. “Kita ingin mendorong agar vaksinasi ini semuanya bisa dipercepat sehingga bisa tercapai kekebalan komunal dan kita bisa terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Baca juga : Jokowi Minta Vaksinasi Atlet PON-Peparnas Kudu Kelar Secepatnya

Presiden pun mengapresiasi vaksinasi dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh BIN sehingga dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Door-to-door ini bagus. Artinya kita mendatangi dari rumah ke rumah yang ingin vaksin segera disuntik, saya kira program dari rumah ke rumah ini bagus sekali,” ujarnya.

Jokowi juga berharap akan lebih banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam program yang digulirkan Pemerintah ini. 

“Terima kasih juga untuk Pak Ketua RT yang telah ikut berpartisipasi mendorong warganya untuk ikut vaksinasi. Tolong didorong terus warganya agar ikut program vaksinasi sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu,  Presiden berkesempatan berdialog dengan beberapa pelajar yang mengikuti vaksinasi di sejumlah sekolah, di antaranya SMPN 103 Cijantung dan SMAN 39 Cijantung, Jakarta serta SMAN 1 Sentani, Papua dan SMAN 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Kepada para pelajar tersebut, Jokowi berpesan agar terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksinasi, termasuk dalam mengikuti pembelajaran tatap muka.

Baca juga : Buka Serbuan Vaksinasi BAIS TNI, Bamsoet Puji Antusiasme Masyarakat

“Nanti kalau sudah diperbolehkan sekolah tatap muka, belajar tatap tatap muka, tetap pakai masker, enggak boleh dilepas. Kemudian jaga jarak, kalau ingin bicara dengan teman-temannya dan jangan berkerumun. Ini harus kita mulai harus disiplin semuanya anak-anakku, karena pandemi Covid-19 ini belum berakhir,” ujarnya.

Presiden juga berpesan agar para pelajar  tetap bersemangat dalam menuntut ilmu, meskipun di tengah pandemi.“Semuanya anak-anakku tetap semangat belajar, jangan kendur, baik belajar online maupun nanti belajar tatap muka kalau sudah diperbolehkan,” pesannya.

Tak hanya bagi para pelajar, Jokowi mengingatkan agar vaksinasi diberikan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. 

“Saya hanya ingin menyampaikan agar setelah anak-anak semuanya divaksinasi, juga tolong dicek guru, petugas-petugas sekolah, jangan sampai ada yang terlewat vaksinasinya,”pesannya. 

Vaksin Di 14 Provinsi

Baca juga : 3 Jenderal Cek Langsung Vaksinasi Di Solo Raya

Sementara itu, Kepala BIN Budi Gunawan melaporkan, vaksinasi bagi pelajar dan dari rumah ke rumah yang digelar BIN ini dilaksanakan di 14 provinsi daerah episentrum.

“Ada 15 kabupaten/kota, dan 32 titik, yaitu di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua,” ujar Budi.

Budi mengungkapkan, pihaknya telah mempelajari gelaran vaksinasi door-to-door yang dilakukan di sejumlah negara untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat.

“Metode vaksinasi door-to-door yang kami gunakan mengadopsi vaksinasi  yang digunakan oleh beberapa negara yang telah mampu meningkatkan partisipasi, menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses dan yang takut keluar rumah untuk menghindari tertularnya dari Covid-19,” ujarnya. [MFA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.