Dewan Pers

Dark/Light Mode

Presiden Jokowi Minta Aparat Tak Keras Dan Kasar, Tapi Santun Dan Tegas

Sabtu, 17 Juli 2021 19:58 WIB
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM Darurat, melalui konferensi video, dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/7). (Foto: Youtube Setkab)
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM Darurat, melalui konferensi video, dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/7). (Foto: Youtube Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta segenap aparat yang bertugas dalam penyekatan dan pengendalian mobilitas masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak bersikap keras dan kasar.

Menurutnya, para aparat seharusnya bersikap tegas dan santun dalam mengatur masyarakat maupun para pedagang.

"Saya minta kepada Polri dan juga nanti Mendagri kepada daerah, agar jangan keras dan kasar, (tapi) tegas dan santun. Tapi sosialisasi memberikan ajakan-ajakan, sambil membagi beras, itu mungkin bisa sampai pesannya,” ujar Presiden saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM Darurat, melalui konferensi video, dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/7).

Berita Terkait : Presiden Estonia-Airlangga Ketemuan Di Singapura, Bahas Kerja Sama Digital

Menurut Presiden, sejumlah peristiwa yang terjadi di daerah seperti pemukulan pemilik warung yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) seharusnya tidak perlu terjadi.

"Saya kira peristiwa-peristiwa yang ada di Sulawesi Selatan, misalnya Satpol PP memukul pemilik warung, apalagi ibu-ibu, ini untuk rakyat menjadi memanaskan suasana," sesalnya.

Presiden juga meminta jajarannya untuk mengevaluasi pembatasan mobilitas masyarakat melalui penyekatan-penyekatan di jalan. Berdasarkan pengamatan Presiden, sejumlah ruas jalan masih terlihat ramai, baik saat pagi maupun malam hari.

Berita Terkait : Jokowi Minta Vaksinasi Atlet PON-Peparnas Kudu Kelar Secepatnya

"Kalau saya lihat malam, juga pagi tadi saya ke Pulo Gadung tadi, saya lihat masih cukup ramai. Tadi malam saya ke kampung juga ramai banget," ucap mantan Wali Kota Solo ini. 

Menurut Jokowi, kebijakan penyekatan ini perlu dievaluasi, efektif atau tidak dalam menurunkan kasus Covid-19. Sebab, yang terkena virus ini sekarang ini banyak di keluarga-keluarga. "Atau ada strategi lain (selain penyekatan) yang mungkin bisa kita intervensikan ke sana," imbuh Jokowi. 

Presiden meminta agar ada kajian lebih detail mengenai efektivitas penyekatan tersebut. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, penerapan protokol kesehatan secara disiplin, terutama penggunaan masker, menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran kasus Covid-19.

Berita Terkait : Presiden Minta Sudahi Gesekan Prajurit TNI Dan Anggota Polri

"BNPB bekerja keras betul urusan yang berkaitan memberi masker, kampanye masker yang saya lihat sampai saat ini belum," tandas Jokowi. [OKT]