Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lestarikan Budaya Bajo, Mahasiswa Internasional Usulkan Museum Virtual

Jumat, 23 Juli 2021 13:14 WIB
Pertemuan virtual yang diadakan Program Internasional Fakultas Sosial, Universitas Waseda, Jepang bertajuk Menyelamatkan Budaya Bajo. (Foto: Istimewa)
Pertemuan virtual yang diadakan Program Internasional Fakultas Sosial, Universitas Waseda, Jepang bertajuk Menyelamatkan Budaya Bajo. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Saya sangat menyukai ide pembuatan museum virtual untuk mempromosikan budaya lokal. Usulan mahasiswa Universitas Waseda ini memberi inspirasi kepada kami untuk mengembangkan museum virtual sebagai kegiatan kementerian ke depannya,” ujar Andhika Budi Prasetya dalam siaran pers yang diterima Jumat (23/7).

Hadir dalam pertemuan daring itu, wakil dari Komunitas Bajo Mola, Iwan Bento yang memberikan saran perbaikan dan juga apresiasi terhadap usulan mahasiswa Universitas Waseda.

Berita Terkait : Lewat Gamelan Jawa, Budaya Indonesia Diperkenalkan Di Prancis

Sementara itu, Lektor dari Universitas Waseda, Riela Provi Drianda berharap bahwa pandemi tidak membatasi komunitas global untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

“Akan lebih banyak kolaborasi yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda Indonesia dan internasional untuk mempromosikan pelestarian warisan budaya benda maupun non benda ke depannya,” ujar Riela.

Berita Terkait : Pegadaian Gelar Doa Istighosah Nasional Secara Virtual

Kegiatan ini juga didukung oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP) DKI Jakarta yang telah bekerjasama dengan Fakultas Sosial, Universitas Waseda Jepang terkait kegiatan pelestarian cagar budaya khususnya di Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu program IAP DKI.

Ketua IAP DKI Jakarta, Dhani M Mutaqin mengapresiasi kegiatan dan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa internasional Fakultas Sosial Universitas Waseda Jepang dan berharap mereka dapat berkontribusi pula pada rencana kegiatan kolaborasi bersama IAP DKI terkait dengan pelestarian cagar budaya di Provinsi DKI Jakarta.

Berita Terkait : 7 Juta Warga Jabar Sudah Terima Bansos Dari Kementerian Sosial

“Pada hakikatnya warisan budaya adalah milik bersama dan harus dijaga agar tetap lestari. Program kolaborasi skala global seperti ini adalah inisiatif yang sangat baik dan harus kita perkuat di masa mendatang,” pungkas Dhani. [NOV]