Dark/Light Mode

Panglima TNI Cek Penerapan Aplikasi Silacak Dan Inarisk Di Puskesmas Halim Perdanakusuma

Rabu, 28 Juli 2021 22:38 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, melakukan pengecekan tenaga tracer Covid-19  yang melaksanakan penerapan aplikasi Silacak (Tracer Digital) di Puskesmas Halim I, Kel. Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (28/7). (Foto: Puspen TNI)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, melakukan pengecekan tenaga tracer Covid-19 yang melaksanakan penerapan aplikasi Silacak (Tracer Digital) di Puskesmas Halim I, Kel. Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (28/7). (Foto: Puspen TNI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai mengecek tenaga tracer di Kelurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok dan Puskesmas Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto langsung bertolak ke Jakarta.

Setibanya di Ibu Kota, Hadi didampingi Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, langsung melakukan pengecekan tenaga tracer (pelacak) Covid-19 yang melaksanakan penerapan aplikasi Silacak (Tracer Digital) di Puskesmas Halim I, Kel. Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (28/7).

Kedatangan Panglima TNI di Puskesmas Halim I disambut Kepala Puskesmas Halim I dr. Aminah Fitria, Kepala Puskesmas Makassar dr. Viena, dan Lurah Halim Perdanakusumah Eric Dasya R.

Berita Terkait : Panglima TNI Pastikan Kesiapan Tenaga Tracer Covid-19 Di Yogyakarta

Dari ketiganya, Hadi mendapatkan penjelasan terkait pelaksanaan tugas penanganan Covid-19 di Puskesmas. Di sela-sela peninjauannya, Panglima TNI berdialog dengan salah satu dokter puskesmas tentang jumlah warga yang sudah melakukan vaksinasi.

"Kalau untuk Halim sudah mencapai 61 persen," jawab dokter. “Itu sudah bagus 61, berarti tinggal 9 persen herd immunity," ujar Hadi.

Sementara kepada salah satu anggota Babinsa yang bertugas, Panglima TNI menanyakan prosedur penanganan kasus tiga orang yang positif Covid-19 di Puskesmas Halim I.

Berita Terkait : Panglima TNI Pakai Konsep Perang Semesta Lawan Covid-19

"Apa sudah di antigen, PCR, pelacakan kontak erat? Berapa yang sudah dilakukan tracing kontak erat? Dan berapa lama isolasi mandiri?" tanya Panglima TNI.

"Tiga orang tersebut sudah di PCR dan hasilnya positif. Mereka akan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari," jelas Babinsa kepada Panglima TNI.

Hadi kembali mengingatkan, jika ada warga yang terkonfirmasi Covid-19, maka harus segera dilakukan tracing kontak erat kepada 15 orang terdekat dan melaksanakan swab antigen.

Berita Terkait : Turun Langsung Ke Slum Area, Kapolri Dan Panglima TNI Blusukan Bagikan Bansos

Kemudian dilakukan isolasi mandiri selama 5 hari. Setelah itu melakukan swab PCR. Jika masih positif, maka mereka kembali melaksanakan isolasi. Sementara jika ada warga tidak mau diswab PCR, maka dia harus melaksanakan isolasi selama 14 hari.

"Prosedurnya betul dilakukan isolasi mandiri 14 hari, setelah 14 hari dilaksanakan tes PCR ulang. Tapi sebetulnya kalau positif begini, dokter-dokter sudah tahu kalau dia OTG ringan, sedang atau berat," beber Hadi.

Turut serta mendampingi Panglima TNI, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, dan Pangkoopsau I Marsda TNI Tedy Rizalihadi. [DNU]