Dark/Light Mode

Merasa Tak Sendirian

Terawan Dikasih Panggung Di Senayan

Kamis, 17 Juni 2021 07:50 WIB
Eks Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6/2021). (Foto: Istimewa)
Eks Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6/2021). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Eks Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto maju tak gentar melanjutkan proyek vaksin Nusantara yang sedang digagasnya. Semangat Terawan semakin membara setelah para politisi Senayan memberinya panggung, juga back up.

Kemarin, Terawan diundang khusus oleh Komisi VII DPR untuk mengikuti rapat dengan pendapat (RDP). Agenda rapat mendengar perkembangan uji klinis tahap II vaksin Nusantara. Selain Terawan, rapat itu juga menghadirkan LBM Eijkmen dan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Ismunandar.

Selaku inisiator, Terawan tentu senang dengan undangan rapat itu. Dia datang bersama timnya, sekitar pukul 08.00 WIB. Tak hanya membawa tumpukan kertas, Terawan juga membawa contoh bahan baku vaksin Nusantara.

Baca Juga : Jaksa Agung: Bawa Ke Jakarta, Segera!

“Kami ucapkan terima kasih luar biasa teman-teman Komisi VII DPR yang begitu sangat mendukung program vaksin Nusantara. Saya salut, karena tadinya saya merasa dalam kesendirian,” Terawan memulai pemaparannya dengan curhat.

Eks Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) ini mengaku bingung alasan pemerintah tidak mengizinkan uji klinik tahap 3 vaksin Nusantara. Padahal, pengembangan vaksin ini telah memasuki tahap akhir.

“Rasanya baru terjadi di sini, di Indonesia (penelitian vaksin tidak berlanjut), mudah-mudahan rasa gamang saya bisa hilang karena temen-temen Komisi VII ini bisa support,” katanya.

Baca Juga : Luhut Jawabnya Begini, Ganjar Jawabnya Begitu

Untuk diketahui, vaksin Nusantara buatan Terawan diputuskan tidak diteruskan proses uji klinisnya. Keputusan itu dikeluarkan pada April lalu, setelah ditandatangani MoU oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito.

Melalui MoU itu, pemerintah memutuskan, vaksin Nusantara tahap 3 tida bisa dilanjutkan. Selanjutnya, pemerintah akan menjadikan vaksin Nusantara sebagai penelitian berbasis pelayanan menggunakan Sel Dendritik untuk meningkatkan imunitas terhadap virus SARS-CoV-2, bukan berlanjut sebagai vaksin Covid-19.

Kembali ke Terawan, dia berharap ada political will dari pemerintah untuk menyetujui vaksin Covid-19 berbasis dendritik itu. Cukup itu aja. Terawan tak minta duit negara untuk menyokong pengembangan vaksin Nusantara.

Baca Juga : Siti Apresiasi Kepala Daerah Punya Wawasan Lingkungan

“Saya nggak butuh anggaran dari negara, yang saya butuhkan adalah good political will. Apa yang mau dilakukan, wong nggak keluar anggaran kok, masa mau dihalangi, untuk apa,” kata dokter cuci otak itu.

Terawan sesumbar, vaksin Nusantara aman digunakan, bahkan bisa mengatasi munculnya varian baru Corona. Penetapan MoU sebelumnya, dinilai Terawan menghalangi kemerdekaan riset. Untuk itu, dia mendesak Komisi VII bisa membantu para peneliti melanjutkan uji vaksin Nusantara ke tahap ketiga.
 Selanjutnya