Dark/Light Mode

Proyek Pemindahan Ibu Kota Diyakini Jadi Berkah Bagi Generasi Depan

Kamis, 5 Agustus 2021 13:59 WIB
Maket Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur. (Foto: Istimewa)
Maket Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Centre for Business and Diplomatic Studies (CBDS) Universitas Bina Nusantara Prof Tirta Mursitama meyakini, proyek pemindahan Ibu Kota Negara ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan memberikan dampak positif. Terutama bagi generasi selanjutnya.

Hal ini disampaikan Prof Tirta dalam webinar seri 3 The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) mengenai rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser, Kalimantan Timur, Senin (2/8). Dalam webinar itu, TIDI menghadirkan sejumlah pakar. Selain Prof Tirta, ada juga Kepala Pusat Penelitian Kewilayahan (P2W) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ganewati Wuryandari, dan pengamat tata kota Yayat Supriatna.

Baca juga : Menpora Pastikan Pembinaan Olahraga Berdasarkan Grand Design

Prof Tirta menerangkan, pemindahan Ibu Kota Negara sebagai proyek mercusuar yang lazim mendapatkan perhatian publik secara luas. Sebagaimana proyek mercusuar di era presiden-presiden sebelumnya, tentu di dalamnya selalu ada perdebatan atau pro-kontra.

Namun, ia meyakini, proyek mercusuar tersebut akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. “Itu akan menjadi berkah bagi para generasi selanjutnya ketika pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan selesai,” jelasnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (5/8).

Baca juga : Ini Jurus Pemerintah Genjot Literasi Keuangan Bagi Generasi Muda

Prof Tirta menambahkan, pemindahan Ibu Kota Negara merupakan urusan domestik Indonesia. Sehingga, tidak diperlukan dorongan atau intervensi dari negara lain. “Tanpa dikomentari oleh negara lain kita sudah jalan,” lanjutnya.

Sementara, Kepala P2W LIPI Ganewati Wuryandari menilai, pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan perlu memperhatikan fasilitas keamanan negara. Menurutnya, Ibu Kota baru yang akan dibangun harus siap menghadapi ancaman dari eksternal maupun internal. Apalagi letaknya di Kalimantan, semakin dekat dengan beberapa negara tetangga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.