Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Minta Maaf Soal Bantuan 2 Triliun
Kapolda Sumsel Menunggu Nasib
Jumat, 6 Agustus 2021 08:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri kena getah kasus sumbangan hoaks Rp 2 triliun keluarga Akidi Tio untuk penanggulangan Corona. Kemarin, Eko meminta maaf atas kasus ini. Namun, banyak yang prediksi, permintaan maaf itu tidak akan meloloskannya dari sanksi. Kini, Eko tinggal menunggu nasib.
Permintaan maaf itu, disampaikan Eko dalam konferensi pers di Mapolda Sumsel, Palembang, kemarin. Permintaan maaf itu diucapkan tidak hanya sekali. Tapi, berkali-kali. Wajah Eko terlihat sendu. Dia beberapa kali menundukkan kepala.
Eko mengakui, kegaduhan sumbangan Rp 2 triliun dari Akidi Tio terjadi dikarenakan ketidakhati-hatian dirinya. "Sekali lagi, kami memohon maaf," ucap jebolan Akpol 1988 dengan mengernyitkan keningnya dan tertunduk lesu beberapa saat.
Kata Eko, permohonan maaf itu disampaikan untuk seluruh masyarakat Indonesia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama, dan tokoh adat. "Wabil khusus Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem," sambungnya. Saat penyerahan bantuan keluarga Akidi secara simbolis, Senin (27/7), Eko memang mengundang Forkopimda untuk hadir menyaksikan.
Dalam kesempatan itu, Eko sempat menceritakan sekitar munculnya sumbangan Rp 2 triliun itu. Mula-mula, ia dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy dan dokter keluarga Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan, saat berada di rumah dinasnya. "Saat itu, saya sebagai Kapolda hanya dipercayakan untuk menyalurkan bantuan ini. Uangnya diminta dikawal transparansinya," tuturnya.
Tanpa melakukan telaah dulu, dia langsung percaya dengan rencana sumbangan itu. Dalam pelaksanaannya, sumbangan fantastis itu malah tak kunjung cair dan bikin heboh se-Tanah Air.
Eko mengaku mengenal mendiang Akidi Tio dan anaknya, yaitu Johan dan Ahok, ketika menjabat Kapolres Aceh Timur. Namun, tidak dengan Heriyanti, putri bungsu Akidi, yang menyerahkan sumbangan hoaks Rp 2 triliun itu. "Ibu Heriyanti saya tidak kenal," ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya